Warga Pinggirpapas Dipaksa Begadang Demi Setetes Air PDAM Sumenep

- Redaksi

Senin, 15 September 2025 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (Ilustrasi) Warga Desa Pinggirpapas, yang terpaksa begadang tiap malam demi mendapatkan setetes air bersih PDAM Sumekar. @by_News9.id

FOTO: (Ilustrasi) Warga Desa Pinggirpapas, yang terpaksa begadang tiap malam demi mendapatkan setetes air bersih PDAM Sumekar. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Warga Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, terpaksa begadang tiap malam demi mendapatkan setetes air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Sumekar.

Pasalnya, sudah berbulan-bulan pasokan air ke desa tersebut anjlok drastis.

Kondisi itu membuat warga menanggung beban ganda dengan tarif air dinaikkan sejak awal Agustus 2025, tapi pelayanan justru kian amburadul.

Supiyati, warga Dusun Dhalem, mengaku harus mengorbankan waktu tidur hanya untuk mengisi jeding di rumahnya.

“Betul Pak, saya terpaksa bangun tengah malam untuk mengisi jeding. Siang hari saya kerja kuli garam, kalau siang airnya tidak menetes, kalaupun ada itu sangat minim,” ungkapnya dengan nada kesal, Minggu (14/9/2025).

Selai itu, Supiyati juga harus mencuci pakaian tengah malam.

Baca Juga:  Bagi Takjil dan Bukber, MADAS Ketapang Sampang Perkuat Kebersamaan

Bebannya semakin berat ketika dua keponakannya pulang dari pondok pesantren untuk liburan Maulid.

Penggunaan air pun otomatis melonjak, sementara suplai tetap seret.

“Harga airnya naik, tapi pelayanannya kok begini? Padahal warga Pinggirpapas kalau musim kemarau berkurang separuh karena banyak yang merantau jadi petani garam di luar daerah,” keluhnya.

Fakta itu makin menohok karena sebagian warga Pinggirpapas memang mencari nafkah jauh dari kampung, bahkan hingga ke luar pulau.

Baca Juga:  Wabup Sumenep Selamatkan Aktivitas Belajar Siswa

Namun, bagi mereka yang bertahan, PDAM Sumekar justru menghadiahkan luka ganda tarif naik, layanan jeblok.

“Kami mendesak PDAM Sumekar agar tidak sekadar menuntut setoran dari pelanggan, tapi juga memastikan hak dasar masyarakat atas air bersih terpenuhi. Jika tidak, kredibilitas perusahaan pelat merah ini akan terus terjun bebas di mata publik,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Sumekar belum bisa terkonfirmasi karena keterbatadan komunikasi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB