BeritaPeristiwa

Aktivis di Sampang, Soroti Ketimpangan Pendistribusian Bantuan Beras di Desa Batuporo Barat

544
×

Aktivis di Sampang, Soroti Ketimpangan Pendistribusian Bantuan Beras di Desa Batuporo Barat

Sebarkan artikel ini
Foto: H Andre Effendy (39) aktivis Komunitas Gasken Pull Kabupaten Sampang, @by_News9.id
Foto: H Andre Effendy (39) aktivis Komunitas Gasken Pull Kabupaten Sampang, @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – H Andre Effendy (39) aktivis Komunitas Gasken Pull Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menyoroti terjadinya Ketimpangan pendistribusian bantuan beras di Desa Batoporo Barat Kedungdung.

Dalam rilisnya di salah satu Cafe yang ada di Kelurahan Dalpenang sabtu (19/4/25), H Andre Effendy menjelaskan terjadinya ketidak konsistenan dalam pendistribusian bantuan beras program Ketahanan Pangan.

Diungkap sejak dimulainya program tersebut bulan Januari – Juni tahun 2023, pendistribusian yang melalui Apel Dusun masing masing di Desa ini ditengarai tidak transparan dan tidak sesuai jumlah data Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Diketahui adanya ketimpangan sejak pertengahan tahun 2024 saat pergantian Pemangku Kebijakan di Desa,” ungkap H Andre Effendy pemuda Desa Batoporo Barat.

Dijelaskan oleh H Andre Effendy, berdasarkan data yang dimiliki ternyata data Penerima Bantuan di Desa Batuporo Barat jumlah 1.113 KPM dan ketika pendistribusian di era Pemangku Kebijakan yang baru, pendistribusian nya sesuai dengan data KPM yang ada.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan terhadap warga dan sejumlah Apel Dusun, didapat keterangan bahwa diduga pendistribusian waktu Pemangku Kebijakan yang lama sepertinya tidak sama dengan jumlah data saat didistribusikan oleh Pemangku Kebijakan yang baru.

Masih menurut H Andre Effendi, belum lagi terkait adanya Surat Undangan pendistribusian untuk warga yang dikembalikan karena dianggap terkendala ketidak sesuaian identitas dan meninggal dunia.

“Tapi Surat Undangan yang dikembalikan per Dusun itu jumlahnya tidak sampai 10 KPM, tapi pertanyaannya apakah yang dikembalikan itu berasnya tersalur atau dikembalikan,” imbuhnya.

Untuk menguak kejelasan terkait permasalahan itu dalam waktu dekat Ia akan melakukan audiensi dengan PT Pos Unit Sampang dan mengumpulkan data KPM yang tidak tidak menerima bantuan tapi namanya terdata.

Hasil informasi dan konfirmasi reporter ini di kantor desa batoporo barat di dusun Bankomis pada kamis (17/4/25), diperoleh informasi dari sumber disalah satu dusun bahwa saat pendistribusian pemangku lama jumlah Penerima 120 KPM dan pendistribusian waktu Pemangku Kebijakan yang baru 178 KMP, sementara sumber di sejumlah Dusun lain menyatakan tidak tahu karena lupa.

Sementara Pj Kades Batuporo Barat sabtu (19/4/25), mengaku bahwa sesuai data yang ada jumlah KPM bantuan beras program tersebut 1.113 KPM.

Diketahui program tersebut merupakan Bantuan Ketahanan Pangan dari Kemenko PMK dengan mengacu kepada data pensasaran, percepatan dan penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) berupa bantuan beras 10 kg per bulan bagi tiap KPM. ***

Tinggalkan Balasan

2