Beras Murah Dibeli ASN, Kami Sakit Hati

- Penulis

Senin, 30 Desember 2024 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Seorang ASN senyum-senyum menenteng gula, minyak dan dua sak beras murah, @by_News9.id

Foto: Seorang ASN senyum-senyum menenteng gula, minyak dan dua sak beras murah, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Hari ini terasa sangat buruk. Untuk kesekian kalinya kami harus kuat menahan emosi dan membiarkan seorang ASN senyum-senyum menenteng gula, minyak dan dua sak beras murah, tepat di depan mata. Senin 30 Desember 2024.

Kawan saya naik pitam. Dia hendak melabrak ASN yang semena-mena itu. Saya menahannya. Meski dia mengurungkan niatnya, wajahnya tidak bisa meredam amarah. Dia tetap tidak terima.

Tidak lama kemudian, Pak Edy Rasyadi, Sekda Kabupaten Sumenep, tiba di tempat kami berdua. Kawan saya semakin naik pitam. Dia ingin sekali melaporkan kejanggalan ASN itu ke orang nomor 3 di Pemkab Sumenep. Saya kembali menahannya.

Saat itu, saya cukup terkejut. Sebab kawan saya jarang marah. Namun kali ini dia tidak bisa menahan diri. Kami pun membatalkan rencana liputan. Kami berdua balik kanan. Sebab amarah di dada terus menendang-nendang. Jika memaksa liputan, perasaan akan semakin berantakan.

Baca Juga:  Forkopimda Jatim Tinjau Kesiapan Pengamanan Pilkada Serentak di Lumajang

Pukul 08.34 WIB, kami berdua tiba di sisi timur taman bunga. Dari e-flayer yang beredar, pasar murah akan digelar. Pukul 08.48 WIB, tim dari protokoler Pemkab tiba: juru foto, video dan 2 orang ASN lain, mungkin “penata acara“. Saya sempat menyalami seorang di antaranya.

Pukul 09.56 WIB, seorang kawan dari Bulog, yang saya kenal baik, tiba di tempat kami berada. Kami bersalaman dan berbincang.

Katanya, Bulog menyiapkan 5 ton beras untuk menggelar pasar murah jelang tahun baru. Selain beras, minyak dan gula juga dijual lebih murah dari harga pasar biasanya.

Namun karena keterbatasan armada, Bulog hanya bisa mengangkut 1,5 ton saja. Katanya, jika warga antusias, sisanya akan diangkut ulang. Saat itu, saya pun bertanya-tanya. Kok bisa?

Sampai pukul 09.14 WIB, Pemkab dan Bulog baru menata barang yang hendak dijual. Akan tetapi pada pukul 09.05 WIB, seorang ASN, yang lebih awal datang, dengan gontai menenteng minyak dan gula ke motor maticnya. Wajahnya cantik. Merasa tidak bersalah.

Baca Juga:  Kirab Ageng Mendo Suro, Ruwat Desa Petahunan Dihadiri Bintang Film Yessy Gusman

Dan pukul 09.08 WIB, ASN yang sama kembali menenteng 2 sak beras. Dia menumpuknya di motor matic yang sama. Bedanya, kali ini dia sembari senyum manja. Tanpa merasa berdosa.

Kejadian singkat itulah yang membuat kawan saya naik pitam. Ternyata perasaan kami sama: tidak terima dengan ASN yang main serobot dengan sikap semena-mena. Pasar murah belum dimulai. Tapi ASN itu telah merayu untuk lebih awal membeli. Kami merasa cara itu buruk sekali.

Di atas motor, di jalan pulang, saya berusaha mencari sekian alasan agar amarah kawan saya mereda. Saya utarakan bahwa kami berdua tidak punya kewenangan dan kewajiban untuk melabraknya.

Namun kawan saya menyela. Katanya, kejadian seperti itu bukanlah pertama kalinya. Para ASN seperti sudah terbiasa mencari untung dengan bermodal baju safarinya.

Mendengar itu, saya sejenak diam. Tidak lama kemudian, saya utarakan alasan lainnya. Amarah kami berdua tidak layak untuk ASN golongan biasa. Andai ia adalah Kabid, atau bahkan Kadis, saya pun akan ikut melabraknya. Sebab hanya itu yang kami berdua bisa.

Baca Juga:  Program MBG Diduga Jadi Biang Keladi, Puluhan Siswa Keracunan

Di atas motor, saya berusaha meyakinkan kawan saya bahwa ada pihak yang bisa jadi lebih buruk prilakunya di pasar murah. Bisa jadi Kasi, Kabid, Kadis atau Kabag Pemkabnya.

Analoginya, dari 5 ton beras yang akan diperjual belikan, baru 1,5 ton yang dikeluarkan. Jika tidak dilakukan pengawasan, maka sisa 3,5 ton beras, akan “dibeli” siapa? ASN yang buruk, tentu saja tidak hanya satu di dunia.

Walakin, kami berdua hanya bisa curiga. Dan jika itu benar terjadi, biarkan amarah kami yang bicara. Atau, paling tidak, biarkan catatan ini yang mengeluhkannya. ASN memang sering semena-mena(?) Salam awam saja. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, @by_News9.id

DAERAH

Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:28 WIB

FOTO: (ilustrasi) Terpidana kekerasan anak, Mas’oda, warga Desa Batuputih Daya, saat menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Terpidana Kekerasan Anak Akhirnya Menyerahkan Diri ke Kejari Sumenep

Jumat, 31 Jul 2026 - 17:50 WIB