Massa Gempar Geruduk Kantor Pemkab Sumenep, Tuntut Evaluasi Dinkes dan Pecat Tiga Oknum Puskesmas

- Redaksi

Jumat, 16 Mei 2025 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (Kabid SDM) Dinkes Sumenep, Moh. Nur Ihsan, saat menemui massa aksi di depan Kantor Pemkab Sumenep. @by_News9.id

Foto: Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (Kabid SDM) Dinkes Sumenep, Moh. Nur Ihsan, saat menemui massa aksi di depan Kantor Pemkab Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat Pragaan (Gempar) menggelar demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Kamis (16/5/2025).

Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, khususnya atas dugaan kelalaian penanganan pasien di Puskesmas Pragaan.

Namun sayangnya, aksi tersebut tidak direspons langsung oleh Bupati atau Wakil Bupati Sumenep karena keduanya tengah menghadiri agenda mendesak di luar kota.

Massa aksi hanya ditemui oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (Kabid SDM) Dinkes Sumenep, Moh. Nur Ihsan, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Elyati.

Baca Juga:  Warga Daadung Geram, Desak Audit Proyek Irigasi P3-TGAI 2024

Kehadiran Nur Ihsan pun dinilai hanya sebagai formalitas semata.

“Yang datang ke tengah-tengah kami hanya boneka. Kami tanya soal SOP, soal penolakan pasien, soal oksigen dia bungkam. Tidak tahu apa-apa,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Misbahul Umam M.Z., dengan nada geram.

Umam menuding Dinkes Sumenep sangat lemah dalam sistem dan pelayanan.

Ia mempertanyakan pembagian oksigen yang dinilai tidak proporsional antar Puskesmas, serta ketidakjelasan rujukan kebijakan yang mendasarinya.

“Kalau seperti ini, SDM kita rusak. Dinkes hanya simbol. Kami kecewa berat,” tambahnya.

Aksi sempat memanas karena massa merasa tidak puas dengan penjelasan dari perwakilan Dinkes.

Baca Juga:  BPRS Bhakti Sumekar Jemput Bola ke Pelosok Desa

Situasi nyaris tak terkendali hingga akhirnya massa sepakat mengakhiri aksi di kantor Pemkab dengan ultimatum dalam waktu 7×24 jam, mereka menuntut penyelesaian dari pihak eksekutif dan dinas terkait.

Tidak berhenti di situ, massa kemudian melanjutkan aksi mereka ke Gedung DPRD Kabupaten Sumenep.

Namun, mereka menghadapi kendala karena sulit bertemu secara langsung dengan anggota Komisi IV DPRD yang membidangi kesehatan.

Setelah melalui proses alot, mereka akhirnya ditemui sebagian anggota dewan.

Dalam pertemuan tersebut, Gempar menyampaikan empat tuntutan utama:

Baca Juga:  SPBU 54.694.06 Bluto Jadi Etalase Pembangkangan Hukum di Sumenep

1. Pemecatan Kepala Puskesmas yang bersangkutan.

2. Pemecatan Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

3. Pemecatan perawat yang bertugas di UGD pada hari kejadian karena menolak pasien.

4. Penuntasan kasus dalam waktu 7×24 jam atau mereka akan menggelar aksi besar-besaran.

Komisi IV DPRD Sumenep menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan menjadwalkan pemanggilan pihak-pihak terkait pada Kamis atau Jumat mendatang.

“Kami akan terus kawal ini. Jika tidak ada progres dalam waktu yang kami beri, maka kami akan turun dengan massa yang lebih besar,” tutup Umam tegas. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru