Polisi dan BNN Bungkam, Publik Pertanyakan Nasib 60 Kg Sabu di Masalembu

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Zamrud Khan, Direktur KONTRA’SM sekaligus Deputi Hukum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), @by_News9.id

FOTO: Zamrud Khan, Direktur KONTRA’SM sekaligus Deputi Hukum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kasus temuan sabu seberat hampir 60 kilogram di wilayah Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menuai tanda tanya besar di masyarakat.

Pasalnya, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum, baik dari Polri maupun BNN Provinsi Jawa Timur.

Direktur KONTRA’SM sekaligus Deputi Hukum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Zamrud Khan, menilai wajar jika masyarakat meragukan keseriusan aparat dalam menangani kasus tersebut.

“Masyarakat sudah kehilangan kepercayaan pada aparat penegak hukum, khususnya Polri dan BNN. Hingga sekarang belum ada penjelasan jelas, barang bukti sabu 60 kilo itu ada di mana, dan bagaimana kelanjutan proses hukumnya,” tegas Zamrud, Sabtu (22/8/2025).

Menurutnya, Polda Jawa Timur seharusnya tidak sekadar menerima laporan formal, tetapi melakukan pengembangan secara serius dan transparan.

Baca Juga:  Pengunjung Kedai HK Sumenep Kecewa, PPN 10% Diberlakukan Tanpa Sosialisasi

Ia menekankan, pengungkapan jaringan narkoba harus dilakukan secara tuntas agar publik tidak menduga adanya permainan oknum di balik kasus tersebut.

“Jangan sampai barang haram itu justru beredar kembali di masyarakat karena ada oknum yang bermain. Penegak hukum harus kompeten, profesional, dan transparan,” ujarnya.

Zamrud juga menyoroti betapa berbahayanya peredaran narkoba jika dibiarkan merajalela.

Baca Juga:  Sumenep Perkuat Daya Tarik Investasi dengan Insentif dan Kemudahan Regulasi

Dia mengingatkan bahwa kasus keterlibatan aparat berseragam dalam bisnis narkoba bukan hal baru.

“Kalau level jenderal calon Kapolda saja bisa dijerat kasus narkoba, bagaimana dengan aparat di bawahnya? Negara bisa hancur bila peredaran narkoba massif, terstruktur, dan aparat justru ikut terlibat,” tandasnya.

Ia mendesak aparat untuk menyampaikan perkembangan kasus tersebut secara berkala ke publik agar tidak menimbulkan kecurigaan lebih jauh.

“Mereka digaji oleh negara, maka sudah seharusnya bekerja untuk melindungi masyarakat, bukan membiarkan narkoba menghancurkan bangsa,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru