SUMENEP, NEWS9 – Kritik publik atas penebangan pohon di Taman Adipura dan Jalan Diponegoro akhirnya mendapat respons cepat dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep, Eri Susanto.
Respons itu disampaikan menyusul surat terbuka dari aktivis lingkungan, Dewi Syarmila, yang menyoroti hilangnya sejumlah pohon tanpa penjelasan yang dianggap memadai kepada masyarakat.
Eri Susanto menerangkan sejumlah langkah kompensasi dan rencana penataan ulang ruang terbuka hijau yang kini menuai sorotan.
“Setiap pohon yang ditebang di Taman Adipura akan diganti dengan bibit Kamboja Bali yang baru,” ujar Eri dalam surat balasannya, Rabu (19/11/2025).
Selain itu, kawasan taman akan diperbarui melalui pemasangan paving baru dan renovasi area hijau demi meningkatkan kenyamanan pengunjung serta memastikan keamanan lalu lintas di sekitar lokasi.
“Untuk Jalan Diponegoro, pohon yang telah ditebang disebut akan diganti dengan jenis baru, yakni Tabe Buya,” terangnya.
Eri menjelaskan bahwa penataan taman di lokasi tersebut dilakukan bertahap, bergilir antara sisi selatan dan utara sesuai progres waktu.
Dia juga menegaskan bahwa pembangunan resapan dan drainase di sejumlah titik sedang dikerjakan sebagai langkah antisipasi menghadapi intensitas hujan dan potensi banjir di kawasan perkotaan.
Sementara itu, Dewi Syarmila menyampaikan apresiasi atas respons cepat tersebut, tetapi tetap menekankan bahwa janji pemerintah harus dibuktikan dengan realisasi di lapangan.
Dewi berharap agar proses penataan kota tetap mengedepankan kelestarian lingkungan dan transparansi kepada masyarakat.
“Semoga setiap komitmen yang disampaikan tidak berhenti sebagai janji, tetapi benar-benar diwujudkan demi Sumenep yang lebih hijau dan sehat,” tandasnya. ***












