BeritaPemerintahan

Tak Efektif Atasi Pengangguran, Fraksi PAN Nilai Program Pemerintah Hanya Gimmick

311
×

Tak Efektif Atasi Pengangguran, Fraksi PAN Nilai Program Pemerintah Hanya Gimmick

Sebarkan artikel ini
Foto: Hairul Anwar, (kanan) anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), bersama Ketua DPRD Sumenep (tengah), H. Zainal Arifin, dan Bupati Sumenep (kiri) Achmad Fauzi Wongsojudo. @by_News9.id
Foto: Hairul Anwar, (kanan) anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), bersama Ketua DPRD Sumenep (tengah), H. Zainal Arifin, dan Bupati Sumenep (kiri) Achmad Fauzi Wongsojudo. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih terbilang tinggi meski mengalami penurunan tipis pada tahun 2024.

Berdasarkan data terbaru, jumlah pengangguran terbuka tercatat sebanyak 19.302 jiwa atau 1,69 persen dari total penduduk yang mencapai 1.142.120 jiwa.

Angka tersebut hanya turun 0,02 persen atau setara dengan 228 jiwa dibandingkan tahun 2023.

“Faktanya, tingkat pengangguran terbuka di Sumenep masih cukup tinggi,” ujar Hairul Anwar, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), saat membacakan pemandangan umum terhadap nota penjelasan pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2023, Rabu (21/5/2025).

Ia juga mengungkapkan meningkatnya angka gini ratio di Sumenep yang menunjukkan ketimpangan ekonomi kian melebar.

“Yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin,” imbuhnya.

Menurut Hairul, lambannya penurunan angka pengangguran mencerminkan lemahnya pertumbuhan ekonomi daerah.

Bahkan, ia mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menciptakan lapangan kerja yang nyata.

“Apa upaya konkret pemerintah dalam menekan angka pengangguran yang masih signifikan ini?” tanyanya.

Fraksi PAN menilai bahwa langkah-langkah yang diambil Pemkab Sumenep sejauh ini cenderung seremonial.

Salah satu contohnya adalah pelaksanaan bursa kerja atau job fair yang dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Kegiatan seperti job fair hanya menjadi acara formalitas tanpa hasil yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>