BeritaPemerintahan

Wabup Apresiasi Bapenda, Sumenep Mantap Jadi Daerah Penggerak Digitalisasi

52
×

Wabup Apresiasi Bapenda, Sumenep Mantap Jadi Daerah Penggerak Digitalisasi

Sebarkan artikel ini
Wabup Apresiasi Bapenda, Sumenep Mantap Jadi Daerah Penggerak Digitalisasi
FOTO: Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, saat menyampaikan apresiasi kinerja terhadap Bapenda. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat langkah menuju transformasi digital.

Hal itu ditandai dengan digelarnya High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta rangkaian Visi Literasi Digital (VIRAL) Sumenep 2025, di Ruang Rapat Adirasa Kantor Bupati Sumenep, Senin (20/10).

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengapresiasi kinerja Bapenda yang dinilai menjadi motor utama dalam menggerakkan digitalisasi di lingkungan pemerintahan daerah.

“Kami mengapresiasi kerja keras Bapenda Kabupaten Sumenep yang menjadi penggerak transformasi digital. Melalui HLM TP2DD dan VIRAL Sumenep 2025, semangat digitalisasi benar-benar terasa sampai ke masyarakat,” ujar Wabup dalam sambutannya.

Menurut Imam Hasyim, langkah digitalisasi bukan hanya mempercepat efisiensi pelayanan publik, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM di Sumenep.

“Digitalisasi akan menciptakan ruang ekonomi baru. UMKM kini bisa berkembang lebih cepat karena akses pembayaran dan pemasaran terbuka luas melalui sistem digital,” tandasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sebagai pondasi membangun ekosistem digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menjelaskan bahwa pelaksanaan HLM TP2DD menjadi ajang strategis untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam mempercepat digitalisasi keuangan daerah.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Festival Literasi Digital Sumenep 2025 atau VIRAL Sumenep 2025, yang merupakan kelanjutan dari program percepatan implementasi digitalisasi di sektor publik,” terang Faruk.

Faruk menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar proyek teknologi, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

Dalam agenda HLM TP2DD kali ini, pembahasan difokuskan pada strategi percepatan digitalisasi keuangan daerah, penguatan ekosistem transaksi nontunai melalui QRIS, serta pengelolaan pajak dan retribusi berbasis digital.

“Komitmen Pemkab Sumenep terhadap digitalisasi tidak hanya untuk memudahkan pelayanan, tapi juga membangun budaya baru pemerintahan yang efisien dan transparan. Transparansi adalah kunci utama,” tegasnya.

Faruk menambahkan, HLM TP2DD tersebut merupakan kali kedua digelar pada tahun 2025, setelah sebelumnya dilaksanakan pada Juni lalu.

Tahun ini, Pemkab menargetkan enam kali pertemuan guna memastikan progres dan capaian digitalisasi di berbagai sektor terus terpantau dan berkembang.

Acara turut dihadiri Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Achmad Syahwan Effendi, para asisten Sekdakab, serta jajaran OPD terkait yang tergabung dalam Tim TP2DD. ***

Tinggalkan Balasan