Politik, Budaya, dan Harapan Baru untuk Sumenep

- Redaksi

Sabtu, 30 November 2024 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ki Demang, pemerhati kebijakan pemerintah, @by_News9.id

Foto: Ki Demang, pemerhati kebijakan pemerintah, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Dalam dunia politik, membangun sebuah daerah atau negara bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan strategi, kecerdasan, dan penguasaan di segala aspek.

Namun, seringkali, politik tidak hanya berbicara soal angka, taktik, atau kekuatan partai. Ada dimensi lain yang tidak kalah penting yaitu budaya dan kearifan lokal.

Dalam sistem politik yang semakin liberal, kita tetap tidak bisa melepaskan diri dari akar budaya kita.

Sumenep, seperti banyak daerah lain, memiliki kultur khas yang harus dihormati.

Budaya timur dengan segala nilai sopan santun dan penghormatan kepada para tetua tetap menjadi bagian penting dari gerak langkah politik.

Baca Juga:  Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Meminta restu orang tua atau figur sepuh bukanlah sekadar formalitas, melainkan bentuk adaptasi budaya yang memberikan legitimasi moral.

Sebagaimana pengalaman Ki Demang dengan kedua pamannya, Nom Zarnaji dan Nom Ramli, ada pelajaran mendalam tentang bagaimana pandangan mereka membentuk dinamika politik lokal.

Meski memiliki prinsip politik yang berbeda, mereka tetap menunjukkan sikap moderat, menghargai perbedaan, dan tidak memaksakan kehendak.

Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), pilihan politik sebaiknya tidak hanya berdasarkan emosi atau kedekatan personal, tetapi juga pada rasionalitas.

Alasan mendukung calon tertentu seperti yang dijelaskan oleh Ki Demang memberikan gambaran bagaimana politik seharusnya berjalan.

Baca Juga:  Muhammadiyah Sumenep Luruskan Pemahaman Imsak di Masyarakat

Pertama adalah peluang menang: Politik adalah tentang mengoptimalkan peluang, bukan sekadar harapan kosong.

Kedua, hubungan pribadi yang positif: Calon yang mampu menerima kritik dengan bijak menunjukkan kepemimpinan yang matang.

Dan yang ketiga adalah pepentingan publik: Keputusan yang didasarkan pada kebutuhan masyarakat, seperti kebijakan pro-petani, adalah bukti nyata komitmen seorang pemimpin.

Kearifan lokal di Sumenep mengajarkan pentingnya menghormati perbedaan, bahkan di tengah kontestasi politik.

Seperti yang disampaikan Nom Zarnaji, menjadi bagian dari politik aktif tidak berarti melupakan esensi saling menghormati.

Begitu pula pandangan Nom Ramli yang menarik dimensi politik ke ranah spiritual, menunjukkan bahwa politik tidak harus kaku, tetapi bisa menyatu dengan nilai-nilai tauhid.

Baca Juga:  Sebabkan Maraknya Pencurian di Masalembu, Kepolisian Harus Segera Berantas Narkoba

Harapan untuk Sumenep adalah harapan bersama. Perbedaan dalam pilihan politik bukanlah hambatan, melainkan kekayaan yang dapat menyatukan kita dalam tujuan besar: membangun daerah yang lebih baik.

Sebagaimana diungkapkan oleh Ki Demang kepada News9.id, “Ayo kita bangun Sumenep bersama-sama,”.

Mengakhiri refleksi ini, mari kita jaga semangat kolaborasi dalam keberagaman untuk melahirkan kebijakan yang adil, bijaksana, dan pro-rakyat.

Politik adalah alat, bukan tujuan akhir. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak
Penjahat Bernama Prabowo
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:47 WIB

Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB