Manipulasi Proyek Jalan di Desa Daandung, Aliansi Progresif Sumenep Angkat Bicara

- Redaksi

Rabu, 23 April 2025 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (Ilusyrasi) Bungkamnya Sairi, selaku Kepala Desa Daandung, semakin menambah kuat  atas dugaan manipulasi proyek jalan aspal lapen. @by_News9.id

Foto: (Ilusyrasi) Bungkamnya Sairi, selaku Kepala Desa Daandung, semakin menambah kuat atas dugaan manipulasi proyek jalan aspal lapen. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan manipulasi proyek pengaspalan jalan di Dusun Daandung Atas, Desa Daandung, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, kembali memicu polemik.

Hal itu bermula dari temuan dua prasasti proyek jalan dengan tahun anggaran berbeda, yakni 2023 dan 2024, meskipun informasi dari warga menyebutkan bahwa pekerjaan rampung secara serentak pada akhir 2023.

Di sisi lain, bungkamnya Sairi, selaku Kepala Desa, semakin menambah kuat atas dugaan manipulasi proyek jalan aspal lapen di desa tersebut.

Prasianto, perwakilan dari Aliansi Progresif Sumenep meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Inspektorat Kabupaten Sumenep, untuk melakukan audit menyeluruh terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Daandung dari tahun 2022 hingga 2024.

“Saya minta Kejaksaan, BPK, Inspektorat, atau Tipikor turun langsung. Ini proyek satu paket, tapi prasastinya dibuat dua tahun anggaran. Ini sangat mencurigakan,” tegas Prasianto, Rabu (23/4/2025).

Ia juga menambahkan, jika permintaan data APBDes tidak direspons oleh perangkat desa dan papan informasi proyek tidak dipasang sebagaimana mestinya, maka patut diduga ada indikasi penyimpangan.

Baca Juga:  Pesona Pantai Salam Sumenep, Destinasi Favorit Saat Libur Lebaran

Sementara itu, Nurullah, selaku Camat Kangayan, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara rinci soal pelaksanaan proyek tersebut.

“Saya mulai bertugas di Kangayan pada April 2024, jadi tidak mengikuti proses awalnya. Namun, saya sudah melakukan klarifikasi kepada Kepala Desa Daandung,” ujarnya, Selasa (22/4/2025).

Nurullah menjelaskan bahwa pada tahun 2023, Desa Daandung mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk pengaspalan jalan sepanjang 400 meter.

Baca Juga:  10 Tahun Tak Tersentuh, Warga Juruan Daya Tagih Tanggung Jawab Pemkab Sumenep

Namun, lanjut dia, masyarakat meminta agar jalan dibangun sepanjang 850 meter karena khawatir tidak akan ada alokasi dana lagi pada tahun 2024.

“Kemudian, dilakukan musyawarah desa dan disepakati pembangunan dilakukan sekaligus. Pak Kades lalu berembuk dengan penyedia alat berat dan material agar sisanya bisa dikerjakan dulu dengan sistem utang. Baru akan dibayar setelah pencairan anggaran tahun 2024,” jelas Nurullah.

Proyek tersebut akhirnya dikerjakan sekaligus dengan panjang total 850 meter.

Sebagai penanda, dipasang prasasti di titik nol untuk anggaran tahun 2023 dan satu lagi di ujung jalan untuk anggaran tahun 2024.

“Kalau masih ada pihak yang meragukan, silakan cek langsung ke lapangan. Itu hasil klarifikasi saya dengan Pak Kades,” tambah Nurullah kepada News9.id.

Sebelumnya, warga menemukan adanya dua prasasti proyek di lokasi yang sama, masing-masing menunjukkan volume jalan 450 meter dengan lebar 3 meter, bersumber dari Dana Desa namun tahun anggaran berbeda.

Baca Juga:  Massa Gempar Geruduk Kantor Pemkab Sumenep, Tuntut Evaluasi Dinkes dan Pecat Tiga Oknum Puskesmas

Nilai proyek tersebut tercatat sebesar Rp274.104.500 dan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bidang pembangunan desa.

Dugaan proyek fiktif pun menyeruak karena seluruh pekerjaan disebut telah rampung secara bersamaan di akhir 2023, bukan bertahap sebagaimana tertera dalam prasasti proyek. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB