Jual LPG di Atas HET, Warga Desak Pemkab Sumenep Sidak Pangkalan Nakal

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Iskandar, (kiri) salah satu pemilik toko kelontong, bersama Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim (kanan). @by_News9.id

FOTO: Iskandar, (kiri) salah satu pemilik toko kelontong, bersama Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim (kanan). @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Harga LPG subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai LPG melon kembali dikeluhkan warga Sumenep.

Kali ini, masyarakat di wilayah Kecamatan Batang-Batang, bagian Timur Daya Kabupaten Sumenep, mengadukan lonjakan harga yang dinilai memberatkan masyarakat kecil dan pengusaha mikro.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan yang diduga menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kasihan masyarakat bawah. Harga LPG melon di pangkalan bisa tembus Rp20 hingga 30 ribu, padahal seharusnya Rp18 ribu. Kami harap Pemkab turun tangan,” ujar Iskandar, salah satu pemilik toko kelontong, Minggu (15/6/2025).

Menurut Iskandar, para pengecer seperti dirinya terpaksa menjual LPG dengan harga yang lebih tinggi karena sudah membeli dari pangkalan dengan harga yang tak sesuai aturan.

“Kalau saya beli dari pangkalan Rp20 ribu, otomatis saya jual lebih tinggi. Kalau tidak, saya rugi. Ini jelas menyulitkan kami, apalagi warga kecil yang bergantung pada LPG untuk usaha sehari-hari,” imbuhnya.

Kondisi itu diperparah dengan minimnya jumlah pangkalan resmi di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Kadisdik Sumenep Minta Sekolah Cek Ketat Menu MBG

Kepada News9.id, Iskandar menyebut hanya ada dua pangkalan yakni di Desa Legung Barat dan Desa Dapinda, namun satu di antaranya sudah lama tidak beroperasi secara aktif.

“Yang aktif cuma satu, itu pun jauh. Yang satunya tidak jelas, pangkalannya tidak dipasang papan nama. Mungkin izinnya sudah mati,” tambahnya.

Iskandar berharap kepada pemerintah untuk segera mencari solusi konkret.

Baca Juga:  Dua Desa di Wilayah Sukodono Kabupaten Lumajang Terendam Banjir Setinggi 1.5m

Salah satunya dengan mengusulkan agar SPBU Legung ditunjuk sebagai agen resmi LPG untuk wilayah Timur Daya.

“Kami butuh pangkalan resmi supaya distribusi LPG subsidi ini bisa merata dan sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat kecil jadi korban permainan harga,” pungkas Iskandar. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB