Kasus Pemukulan Pelajar Mandek, LSM BIDIK Semprot Keras Unit PPA Polres Sumenep 

- Redaktur

Senin, 16 Juni 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kantor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep. @by_News9.id

FOTO: Kantor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap Agus Fian Pratama, pelajar SMA Negeri 1 Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, dinilai mandek dan tak menunjukkan progres signifikan.

Laporan resmi sudah dilayangkan sejak Desember 2024, namun korban yang masih di bawah umur justru tidak mendapatkan pendampingan hukum dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep.

Insiden kekerasan itu terjadi pada 4 Desember 2024, di depan sekolah korban.

Korban diduga dipukuli oleh pelaku berinisial DV dan beberapa rekannya menggunakan tangan kosong serta kunci kontak motor.

Baca Juga:  ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik

Akibat serangan itu, Agus Fian Pratama mengalami luka di bagian kepala dan telinga kiri.

Kasus tersebut telah teregister di Polsek Kangean melalui Laporan Polisi Nomor: LP/B/19/XII/2024.

Namun hingga pertengahan Juni 2025, belum ada kejelasan hukum, bahkan pendampingan dari Unit PPA pun nihil.

“Ini murni kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Tapi Unit PPA seolah tidak punya empati. Tidak hadir, tidak memberikan pendampingan, bahkan menanyakan kondisi korban saja tidak pernah. Untuk apa ada Unit PPA kalau begini?” kecam Muhlis, Ketua DPC LSM BIDIK Kangean, Senin (16/6/2025).

Kekecewaan yang sama juga disampaikan Susanto, ayah korban.

Baca Juga:  Tampar Anak Yatim hingga Sakit Telinga, Vonis 10 Hari di PN Sumenep Tuai Kritik

Ia mengaku tidak pernah dihubungi oleh pihak PPA sejak laporan dibuat.

Sementara anaknya hingga kini masih mengalami trauma berat akibat kekerasan yang dialami.

“Kami sudah menempuh jalur hukum, tapi tidak ada yang datang mendampingi atau peduli. Anak saya ini korban, bukan tersangka. Tapi dibiarkan seperti ini. Sangat mengecewakan,” tuturnya.

LSM BIDIK menilai diamnya Unit PPA sebagai bentuk kelalaian institusional dalam menjalankan mandat perlindungan anak.

Oleh karena itu, mereka mendesak Kapolres Sumenep untuk segera mengevaluasi kinerja Unit PPA dan menindak personel yang lalai.

“PPA itu dibentuk untuk melindungi korban anak, bukan membiarkan mereka menghadapi trauma sendirian. Kalau fungsi ini gagal dijalankan, maka jelas ada yang salah dalam sistem dan itu harus dibenahi,” tegas Muhlis.

Untuk menjaga keberimbangan informasi, tim masih mencoba menghubungi pihak Unit PPA Polres Sumenep untuk meminta klarifikasi resmi dan akan terus mengikuti perkembangan kasus ini demi keadilan bagi korban. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Curi Travo Perahu di Pelabuhan, Tiga Warga Pasongsongan Dibekuk Polisi
Polisi Tangkap Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Rubaru Sumenep
HP Warga Diduga Masih Dikuasai Banit Reskrim Polsek Masalembu
Polresta Sumenep Bongkar Kasus Narkoba, 7 Tersangka Diciduk dan 55,5 Gram Sabu Disita
Kasus Penganiayaan Oknum Pegawai DPUTR Sumenep Masuk Penyidikan
Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka
Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice
Pelarian Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Berakhir di Grobogan, Dua Pelaku Dibekuk Tim URC Macan Blambangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Curi Travo Perahu di Pelabuhan, Tiga Warga Pasongsongan Dibekuk Polisi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Rubaru Sumenep

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:23 WIB

HP Warga Diduga Masih Dikuasai Banit Reskrim Polsek Masalembu

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Polresta Sumenep Bongkar Kasus Narkoba, 7 Tersangka Diciduk dan 55,5 Gram Sabu Disita

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kasus Penganiayaan Oknum Pegawai DPUTR Sumenep Masuk Penyidikan

Berita Terbaru

FOTO: Salah satu warisan budaya yang ditampilkan di Tambelangan Fashion Carnival (TFC) ke-6. @by_News9.id

SENI BUDAYA

Spektakuler Pemuda Tambelangan Bersatu Sukses Gelar TFC ke 6 

Minggu, 30 Agu 2026 - 08:11 WIB