Konggres Tani dan Tani Fest Dorong Kemandirian dan Kesejahteraan Petani

- Editorial Team

Selasa, 24 Juni 2025 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Musyawarah Nasional (Munas) X Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kongres Tani, dan Tani Fest. @by_News9.id

FOTO: Musyawarah Nasional (Munas) X Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kongres Tani, dan Tani Fest. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Musyawarah Nasional (Munas) X Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kongres Tani, dan Tani Fest menjadi momentum sejarah, yang akan dibuka langsung di Istana Negara pada tanggal 25 hingga 26 Juni 2025 menjadi sorotan utama bagi seluruh insan pertanian di Indonesia.

Ketua HKTI Lumajang, M Jamaluddin kepada awak media menyampaikan, bahwa harapannya besar agar acara ini dapat menghasilkan gebrakan nyata bagi kemajuan petani dan sektor pertanian di tanah air, khususnya di kabupaten Lumajang.

Dalam pernyataannya, Jamaluddin menyoroti urgensi untuk memperkuat posisi petani sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.

“Pembukaan acara di Istana Negara ini adalah simbol kuat komitmen negara terhadap sektor pertanian. Munas X HKTI, Kongres Tani, dan Tani Fest ini harus menjadi ajang untuk merumuskan kebijakan-kebijakan strategis yang pro-petani. Kami berharap ada langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani, mendorong inovasi pertanian, dan memperkuat kelembagaan petani di seluruh pelosok negeri”, ujarnya, Selasa (24/06/2025).

Beberapa poin utama yang menjadi harapan HKTI Lumajang dalam acara nasional ini meliputi:

Baca Juga:  Patroli Blue Light Untuk Mencegah Terjadinya Kriminalitas di Wilayah

– Peningkatan Akses Permodalan.

HKTI Lumajang berharap adanya kemudahan akses permodalan bagi petani, baik melalui skema kredit lunak maupun subsidi yang tepat sasaran, untuk mendukung peningkatan produktivitas dan diversifikasi usaha tani. Ini krusial agar petani tidak lagi kesulitan modal dalam menggarap lahan dan mengembangkan usahanya.

– Penguatan Pasar dan Tata Niaga. Jamaluddin menekankan pentingnya perbaikan tata niaga pertanian agar petani mendapatkan harga jual yang layak dan tidak lagi terjerat oleh praktik tengkulak yang merugikan. Penguatan rantai pasok dan akses langsung petani ke pasar digital juga menjadi harapan besar untuk memutus mata rantai penjualan yang panjang.

Baca Juga:  TACB Sumenep Dilantik, Bupati Tegaskan: Bukan Sekadar Pelengkap Administratif

– Pemanfaatan Teknologi dan Inovasi, Munas diharapkan dapat melahirkan program-program yang mendorong adopsi teknologi pertanian modern, seperti mekanisasi, pertanian presisi, dan aplikasi digital, guna meningkatkan efisiensi dan daya saing produk pertanian Indonesia di kancah global.

– Regenerasi Petani, Isu regenerasi petani menjadi perhatian serius. HKTI Lumajang berharap ada upaya nyata dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian melalui pelatihan, pendampingan, dan penyediaan fasilitas yang memadai.

– Perlindungan Lahan Pertanian: Jaminan atas ketersediaan lahan pertanian produktif dari alih fungsi lahan yang masif juga menjadi desakan HKTI Lumajang. Kebijakan yang kuat untuk melindungi lahan pertanian lestari adalah kunci keberlanjutan sektor ini dan jaminan masa depan pangan.

“Kami di Lumajang sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara ini dan berharap aspirasi kami dapat tersampaikan serta terakomodir dalam rumusan kebijakan HKTI ke depan. Pembukaan di Istana Negara memberikan semangat baru bagi kami. Petani adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa. Sudah saatnya kita memberikan perhatian lebih dan dukungan penuh agar mereka dapat lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera”, ungkap Jamaludin.

Acara Munas X HKTI, Kongres Tani, dan Tani Fest yang dimulai dari Istana Negara diharapkan akan menjadi untuk tumbuh dan berkembang. ***

Baca Juga:  HCML Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk Kepulauan Sumenep
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:45 WIB

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB

FOTO: IMI dalam Aksi Demonstrasi di Universitas PGRI Sumenep. @by_News9.id

DAERAH

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:45 WIB