Laporan Pemerk*saan Ditutup Rapat, Kinerja Polisi Masalembu Disorot Tajam

- Redaktur

Selasa, 23 September 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (Ilustrasi) Kasus dugaan pemerkosaan terhadap Mairani (40) yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial RZ, @by_News9.id

FOTO: (Ilustrasi) Kasus dugaan pemerkosaan terhadap Mairani (40) yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial RZ, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Penegakan hukum di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali disorot tajam.

Pasalnya, kasus dugaan pemerkosaan terhadap Mairani (40) yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial RZ, hingga kini tidak kunjung ada kepastian hukum.

Ironisnya, meski laporan telah dibuat, RZ masih bebas berkeliaran di tengah masyarakat.

Penegak hukum, khususnya jajaran Polsek Masalembu, dinilai tidak mengambil langkah konkret dalam menangani perkara serius tersebut.

Baca Juga:  Dugaan Pembiaran Kasus Pembacokan di Pragaan, Keluarga Korban Soroti Kinerja Polisi

Korban, Mairani, menilai kinerja polisi di Masalembu sangat buruk.

“Penegak hukum di sini tidak bisa dikatakan baik, justru sangat bobrok. Sampai hari ini tidak ada kepastian hukum atas laporan saya. Bukannya mendapat pelayanan prima, saya malah seperti diabaikan,” tegas Mairani dengan nada kecewa, Selasa (23/9/2025).

Lebih parah lagi, korban mengaku tidak pernah menerima tanda bukti laporan resmi dari pihak kepolisian.

Baca Juga:  Karapan Sapi Sumenep Membahana, Tradisi Ikonik Madura Menuju Piala Presiden 2025

Bahkan, kata dia, informasi perkembangan kasus pun tidak pernah disampaikan.

“Semua seperti pura-pura tidak tahu. Ini jelas menyakitkan, seakan kasus saya dianggap sepele,” ujar Mariani.

Padahal, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menegaskan seluruh jajaran Polri wajib mengedepankan profesionalitas, transparansi, dan pelayanan prima.

Namun, kinerja Kapolsek Masalembu dinilai justru mencoreng perintah Kapolri tersebut.

Hingga berita ini dinaikkan, Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, belum memberikan kepastian hukum apa pun terkait kasus tersebut.

Baca Juga:  Korban Pelecehan Seksual di UNIBA Madura Angkat Suara: "Saya Hanya Ingin Keadilan"

Saat dikonfirmasi berulang kali melalui pesan WhatsApp, meski info sudah terlihat dibaca, tidak pernah ada jawaban yang diberikan.

Sementara kasus itu pun memantik amarah publik. Warga menilai aparat seakan bersekongkol membungkam kebenaran.

Jika hal itu terus dibiarkan, bukan hanya citra Polri yang rusak, tetapi juga nyawa dan kehormatan perempuan akan semakin terancam. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HP Warga Diduga Masih Dikuasai Banit Reskrim Polsek Masalembu
Polresta Sumenep Bongkar Kasus Narkoba, 7 Tersangka Diciduk dan 55,5 Gram Sabu Disita
Kasus Penganiayaan Oknum Pegawai DPUTR Sumenep Masuk Penyidikan
Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka
Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice
Pelarian Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Berakhir di Grobogan, Dua Pelaku Dibekuk Tim URC Macan Blambangan
Makelar di Lumajang Berulah! Uang Muka Dibayar, Motor Tak Kunjung Diantar
Daftar Kriminalitas Meningkat, Aktivis Kepulauan Desak Aparat dan Camat Arjasa Bertindak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:23 WIB

HP Warga Diduga Masih Dikuasai Banit Reskrim Polsek Masalembu

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Polresta Sumenep Bongkar Kasus Narkoba, 7 Tersangka Diciduk dan 55,5 Gram Sabu Disita

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kasus Penganiayaan Oknum Pegawai DPUTR Sumenep Masuk Penyidikan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice

Berita Terbaru