HMI Jatim Kecam Trans7, Sebut Narasi Tayangan Lecehkan Kiai dan Pesantren Lirboyo

- Redaktur

Selasa, 14 Oktober 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat dan Keagamaan Badko HMI Jatim, Moh. Agus Efendi. Selasa (14/10). @by_News9.id

FOTO: Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat dan Keagamaan Badko HMI Jatim, Moh. Agus Efendi. Selasa (14/10). @by_News9.id

SURABAYA, NEWS9 – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur mengecam keras stasiun televisi Trans7 atas munculnya narasi yang dinilai melecehkan kiai dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Mereka menilai tayangan tersebut tidak hanya menyinggung satu lembaga, melainkan juga merendahkan seluruh komunitas santri dan pesantren di Indonesia.

Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat dan Keagamaan Badko HMI Jatim, Moh. Agus Efendi, mengatakan narasi yang disampaikan dalam tayangan itu telah melukai perasaan kalangan pesantren.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelecehan ini tidak hanya ditujukan kepada Lirboyo, tetapi juga kepada seluruh pesantren dan para kiai yang selama ini menjadi penjaga moral bangsa. Ini bentuk penghinaan terhadap simbol keilmuan dan kemuliaan pesantren,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (14/10).

Agus menilai pernyataan atau penyajian konten seperti itu berpotensi merusak citra pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang selama ini menjadi benteng moral masyarakat.

Baca Juga:  Sumenep Hidupkan Semangat Bung Karno Lewat Kalender Event Juni

Ia menegaskan, media massa seharusnya berperan sebagai sarana pendidikan publik, bukan malah menjadi sumber provokasi dan pelecehan terhadap lembaga keagamaan.

Sebagai bentuk protes moral, Badko HMI Jatim menyerukan boikot terhadap seluruh tayangan Trans7.

Dalam seruan yang mereka sebut sebagai “Perlawanan”, organisasi mahasiswa Islam ini meminta masyarakat, khususnya kalangan santri dan alumni pesantren, untuk tidak memberi ruang bagi stasiun televisi tersebut.

“Kami menyerukan secara terbuka kepada masyarakat santri agar memberikan kecaman menyeluruh. Permintaan maaf saja tidak cukup jika sebelumnya sudah menyakiti perasaan para kiai, santri, dan alumni pesantren,” kata Agus.

Ia menegaskan bahwa seruan boikot ini bukan sekadar bentuk kemarahan, melainkan langkah moral untuk mengingatkan media agar lebih berhati-hati dalam menarasikan isu keagamaan.

Baca Juga:  Madas Serumpun Hadiri Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Kapolda Jatim Tekankan Sinergi Hadapi Ancaman Multidimensi

Badko HMI Jatim juga mendesak Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius.

Mereka meminta lembaga pengawas media itu mengevaluasi tayangan Trans7 agar insiden serupa tidak kembali terulang.

“Media punya tanggung jawab sosial dan etika publik. Kiai dan pesantren adalah benteng peradaban bangsa. Siapa pun yang melecehkannya berarti melecehkan jantung moral Indonesia,” tutur Agus.

Ia menambahkan, HMI Jatim akan menempuh jalur hukum sesuai peraturan yang berlaku.

“Kami mengimbau seluruh kader dan masyarakat pesantren untuk tetap tenang, namun tegas. Persoalan ini akan kami bawa ke pihak berwenang agar mendapat keadilan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Trans7 belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan Badko HMI Jawa Timur tersebut. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja
Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026
Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang
Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda
Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:23 WIB

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB