Polres Sampang Janji Menyisir Dugaan Penyimpangan PKH, GMNI Desak Penanganan Transparan

- Redaktur

Jumat, 21 November 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: DPC GMNI Sampang bersama warga usai melakukan audensi di Mapolres Sampang, @by_News9.id

FOTO: DPC GMNI Sampang bersama warga usai melakukan audensi di Mapolres Sampang, @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Polres Sampang, Madura, memastikan bakal membuka kembali secara serius dugaan penyimpangan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Rahayu, Kecamatan Kedungdung.

Komitmen ini disampaikan setelah jajaran Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sampang mendatangi Mapolres, Kamis, (20/11).

Dalam pertemuan itu, Kapolres Sampang, AKBP Hartono, menegaskan bahwa institusinya tidak akan tinggal diam terhadap laporan ataupun temuan di lapangan yang menyangkut tata kelola bantuan sosial.

Ia menyebut pihaknya tengah mengumpulkan data tambahan dan mempersiapkan pemanggilan sejumlah pihak yang diduga terkait.

“Kami akan menangani ini secara serius. Setiap langkah akan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Hartono, yang didampingi Kasatreskrim dan Kasat Intelkam.

Di sisi lain, kunjungan GMNI ke Mapolres bukan semata menyodorkan berkas dugaan penyelewengan PKH.

Baca Juga:  Riuh Dugaan Pungli Surat Sehat di Batuputih, Plt Kapus Tegaskan Semua Sesuai Perda

Ketua DPC GMNI Sampang, Shaifi, menilai pengawasan publik diperlukan untuk memastikan perkara lama tidak kembali tenggelam.

Terlebih, kasus dugaan penyimpangan PKH di Desa Rahayu sebelumnya pernah dilaporkan oleh warga, namun dinilai berjalan lambat.

“GMNI akan terus mengawal. Bila ditemukan kejanggalan dalam proses penyelidikan, kami siap membawa persoalan ini ke tingkat provinsi,” kata Shaifi.

GMNI mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti dan keterangan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang menduga adanya praktik tidak wajar dalam penyaluran bantuan.

Baca Juga:  Subsatgas Dokkes Sumenep Cek 505 Personel yang Terlibat Operasi Mantap Praja

Audiensi tersebut, ujar Shaifi, menjadi langkah penting untuk “memperjelas arah penyelesaian kasus dan mempertegas fungsi kontrol sosial”.

Usai audiensi, Sekretaris GMNI Sampang, Asbul, menyebut penyidik telah mulai meminta keterangan kepada salah satu penerima bantuan, berinisial AB.

Ia mengatakan masih ada beberapa saksi yang belum dipanggil dalam laporan sebelumnya, sehingga GMNI mendorong agar proses klarifikasi dilakukan secara menyeluruh.

“Beberapa saksi yang dulu belum dimintai keterangan, sekarang mulai disidik kembali. Ini penting agar semuanya terang,” ujarnya.

Kasus dugaan penyimpangan PKH di tingkat desa bukan fenomena baru. Namun, penindakan yang inkonsisten kerap membuat kepercayaan warga tergerus.

Baca Juga:  Terima Kunjungan Edukatif dari TK Islamiyah Tempursari, Koramil 0821-18/Tempursari Kenalkan Tugas Satuan Teritorial

Komitmen Polres Sampang untuk membuka kembali penyelidikan menjadi ujian penting, bukan hanya bagi kepolisian, tetapi juga bagi sistem pengawasan Bansos di daerah.

Selama proses hukum berjalan, publik menanti apakah penyelidikan ini berhenti pada pemanggilan saksi atau berkembang menelusuri struktur penyaluran bantuan yang lebih luas, yang selama ini sering disebut rawan diselewengkan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja
Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026
Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang
Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda
Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:23 WIB

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB