Jadi Sarang Mafia Solar Subsidi: SPBU 54.694.07 Paberasan Jerigen Diisi Siang Bolong

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Pantauan langsung di lapangan pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 11.21 WIB, menunjukkan dugaan penyelewengan solar subsidi berlangsung vulgar dan sistematis. @by_News9.id

FOTO: Pantauan langsung di lapangan pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 11.21 WIB, menunjukkan dugaan penyelewengan solar subsidi berlangsung vulgar dan sistematis. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – SPBU 54.694.07 yang berlokasi di Jl. Raya Gapura No. 55, Pandaringan Barat, Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur, kembali disorot tajam.

SPBU tersebut diduga kuat menjadi pemasok utama jaringan mafia BBM jenis solar bersubsidi yang dikirim keluar daerah, seperti Pasean, Tamberu Pamekasan dan Sepulu Bangkalan.

Aksi para mafia solar subsidi kini tidak lagi sembunyi-sembunyi.

Mereka beroperasi secara terang-terangan di siang bolong, seolah aturan negara hanyalah tulisan mati dan aparat pengawas tak lebih dari penonton bisu.

Pantauan langsung di lapangan pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 11.21 WIB, menunjukkan dugaan penyelewengan solar subsidi berlangsung vulgar dan sistematis.

Solar bersubsidi terlihat diisi ke jerigen berukuran besar saat jam operasional normal praktik yang jelas-jelas dilarang.

“Sekarang mereka sudah tidak punya malu. Siang bolong jerigen diisi solar subsidi. Pengawasan aparat hukum seperti nihil,” ujar seorang warga sekitar SPBU, Senin (12/1/2026).

Di lokasi kejadian, jerigen-jerigen besar tampak diturunkan dari sebuah mobil L300 hitam yang ditutupi terpal hijau.

Baca Juga:  Proyek Koperasi 'Dibajak': Pelaksana Ngaku Diperas Oknum Danramil

Aktivitas itu berlangsung santai, bahkan terlihat operator SPBU berada di sekitar lokasi, memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran, bahkan perlindungan dari pihak aparat.

Tidak ada upaya penertiban dan tanda-tanda penegakan aturan. Aktivitas ilegal itu berjalan mulus, seolah SPBU tersebut telah berubah fungsi menjadi lumbung pribadi mafia solar subsidi.

“Permainan ini sudah sangat parah dan vulgar. Larangan pengisian solar subsidi ke jerigen sudah ditegaskan Kementerian ESDM. Tapi di sini seperti tidak berlaku,” tegas warga lainnya dengan nada geram.

Fakta itu memperkuat dugaan adanya pembiaran serius dan terstruktur, bahkan membuka ruang kecurigaan akan keterlibatan oknum aparat dalam rantai mafia BBM bersubsidi.

Baca Juga:  Gudang Rongsokan di Bluto Sumenep Dilalap Si Jago Merah

Aktivitas serupa disebut bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah berulang kali dan terkesan kebal hukum.

“Ini bukan sekali dua kali. Sudah sering. Jerigen diisi bolak-balik, seolah SPBU itu milik pribadi mafia,” ungkap warga yang mengetahui praktik tersebut.

Sementara itu, dampak dari praktik haram tersebut nyata dan menyakitkan.

Solar subsidi cepat habis, sementara nelayan dan petani yang seharusnya menjadi penerima utama justru harus mengantre panjang, bahkan pulang dengan tangan kosong.

Baca Juga:  Bubarkan UNIBA Madura

Situasi tersebut memicu kemarahan publik. Aparat penegak hukum, Pertamina, BPH Migas, hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep didesak untuk berhenti tutup mata dan menghentikan pembiaran sistematis terhadap kejahatan yang secara terang-terangan merugikan negara dan rakyat kecil.

“Kami minta penyelidikan menyeluruh. Jangan cuma tangkap sopir atau pembawa jerigen. Bongkar pengelola SPBU dan jaringan mafia BBM bersubsidi yang bermain di belakang layar,” pungkas warga.

Hingga berita ini dinaikkan, upaya konfirmasi kepada manajer maupun pengelola SPBU 54.694.07 belum membuahkan hasil. Tidak ada klarifikasi resmi yang diberikan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB