Ketika Ilmu Menolak Fanatisme, Dr. Zein dan Fikri Melampaui Logosentrisme Mazhab dan Ormas

- Redaktur

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kolaborasi intelektual antara Dr. Moh. Zeinudin (Dr. Zein/kiri) dan Fikri, S.H., M.H. (kanan), @by_News9.id

FOTO: Kolaborasi intelektual antara Dr. Moh. Zeinudin (Dr. Zein/kiri) dan Fikri, S.H., M.H. (kanan), @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Di tengah masih kuatnya sentimen keormasan dan kekakuan mazhab dalam sebagian diskursus keagamaan, kolaborasi intelektual antara Dr. Moh. Zeinudin (Dr. Zein) dan Fikri, S.H., M.H. menghadirkan lanskap yang berbeda.

Keduanya tampil sebagai akademisi hukum dan pemikir keislaman yang konsisten merawat kebebasan berpikir, melampaui batas-batas mazhab, ideologi, dan organisasi, tanpa kehilangan tanggung jawab ilmiah.

Dr. Zein dan Fikri dikenal luas sebagai pasangan kolaborator yang aktif mengajar di berbagai kampus serta mengisi seminar nasional dan internasional.

Relasi keduanya dibangun bukan oleh keseragaman identitas, melainkan oleh kesamaan etos keilmuan menjadikan ilmu hukum dan keislaman sebagai medan dialog terbuka dengan realitas sosial yang terus berubah.

Dalam proses panjang itu, keduanya berjumpa pada satu spirit yang sama Islam berkemajuan yakni cara berpikir yang progresif, pluralis, dan berorientasi pada keadilan substantif.

Baca Juga:  Polresta Sumenep Bongkar Kasus Narkoba, 7 Tersangka Diciduk dan 55,5 Gram Sabu Disita

Kolaborasi tersebut tidak berhenti pada ruang kelas dan forum ilmiah. Dr. Zein dan Fikri secara konsisten menuangkannya dalam karya-karya akademik yang kerap memantik diskursus publik.

Salah satu buku mereka, Keluarga Pancasila. Model Keluarga Berbasis Pluralisme di Indonesia, menawarkan kerangka konseptual keluarga Indonesia yang menghargai keberagaman agama, budaya, dan pilihan hidup, dengan Pancasila sebagai titik temu etis dan konstitusional.

Karya lainnya, Rekonstruksi Hukum Perkawinan Beda Agama di Indonesia, memperlihatkan keberanian keduanya dalam membaca ulang hukum perkawinan melalui pendekatan konstitusional, hak asasi manusia, dan maqashid al-syariah. Buku ini menegaskan bahwa hukum tidak boleh berhenti pada doktrin normatif yang beku, melainkan harus responsif terhadap realitas kemanusiaan.

Selain buku, keduanya juga menulis sejumlah artikel jurnal yang menunjukkan sensitivitas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satunya mengkaji kemungkinan penggunaan aset kripto sebagai mahar dalam perkawinan di Indonesia, sebuah tema yang mempertemukan hukum keluarga, teknologi finansial, dan kepastian hukum.

Baca Juga:  Polisi Ringkus Pelaku Curanmor di Sampang, Sempat Dikeroyok Massa

Artikel lain membahas hak identitas transgender dalam perspektif hukum dan keislaman, yang membuka ruang dialog baru tentang martabat manusia dan perlindungan hukum bagi kelompok rentan.

Tulisan-tulisan tersebut kerap menuai kontroversi.

Namun bagi Dr. Zein dan Fikri, kontroversi bukan tujuan, melainkan konsekuensi dari keberanian berpikir.

“Ilmu memang lahir dari perbedaan pandangan. Tanpa perdebatan, keilmuan akan mandek,” ujar Dr. Zein dalam salah satu diskusi publik.

Fikri menambahkan bahwa kontroversi justru menjadi pintu masuk bagi dialog yang lebih jujur dan dewasa di kalangan akademisi dan tokoh agama.

Sejumlah pengamat menilai kiprah Dr. Zein dan Fikri sebagai model baru relasi intelektual lintas tradisi. Keduanya menunjukkan bahwa perbedaan latar bukan penghalang untuk berkarya bersama. Sebaliknya, perbedaan justru menjadi sumber kekayaan perspektif yang memperkaya analisis hukum dan keislaman.

Baca Juga:  Personel Satgas TMMD ke-123 Aktif Perkuat Keamanan di Dusun Mlambing

Dalam konteks generasi muda Muslim, kolaborasi ini menjadi kritik halus namun tegas terhadap tabu berpikir yang masih menghantui sebagian ruang keagamaan. Fanatisme mazhab, klaim kebenaran tunggal, dan logosentrisme yang memuja simbol serta label dinilai hanya akan mempersempit cakrawala ilmu.

Melalui karya dan kiprahnya, Dr. Zein dan Fikri mengajukan pesan sederhana namun mendasar bahwa masa depan Islam dan hukum di Indonesia ditentukan oleh keberanian untuk berpikir terbuka, bekerja lintas batas, dan menempatkan kemanusiaan sebagai pusat dari setiap rumusan hukum. Di situlah ilmu tidak hanya tumbuh, tetapi juga bergerak maju. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Curi Travo Perahu di Pelabuhan, Tiga Warga Pasongsongan Dibekuk Polisi
Polisi Tangkap Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Rubaru Sumenep
HP Warga Diduga Masih Dikuasai Banit Reskrim Polsek Masalembu
Polresta Sumenep Bongkar Kasus Narkoba, 7 Tersangka Diciduk dan 55,5 Gram Sabu Disita
Kasus Penganiayaan Oknum Pegawai DPUTR Sumenep Masuk Penyidikan
Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka
Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice
Pelarian Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Berakhir di Grobogan, Dua Pelaku Dibekuk Tim URC Macan Blambangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Rubaru Sumenep

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:23 WIB

HP Warga Diduga Masih Dikuasai Banit Reskrim Polsek Masalembu

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Polresta Sumenep Bongkar Kasus Narkoba, 7 Tersangka Diciduk dan 55,5 Gram Sabu Disita

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kasus Penganiayaan Oknum Pegawai DPUTR Sumenep Masuk Penyidikan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka

Berita Terbaru

FOTO: Salah satu warisan budaya yang ditampilkan di Tambelangan Fashion Carnival (TFC) ke-6. @by_News9.id

SENI BUDAYA

Spektakuler Pemuda Tambelangan Bersatu Sukses Gelar TFC ke 6 

Minggu, 30 Agu 2026 - 08:11 WIB

FOTO: Arena lomba dayung saat perayaan HUT ke-81 RI, @by_News9.id

OLAHRAGA

Lomba Dayung Sungai Juklanteng Sampang Meriahkan HUT RI

Sabtu, 29 Agu 2026 - 23:59 WIB