Suka “Laper” Wajar, Suka Baper Ngrepotin

- Redaktur

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPM - Praktisi, pengajar media Radio & SDM. @by_News9.id

FOTO: Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPM - Praktisi, pengajar media Radio & SDM. @by_News9.id

OPININEWS9 – Kita ini dalam pusaran komunikasi sosial yang kompleks, penuh pertukaran informasi, persepsi dan makna dalam masyarakat.

Agar proses ini berjalan efektif, diperlukan kematangan emosional dan kemampuan untuk menerima umpan balik termasuk kritik.

Namun, dinamika ini sering terhambat oleh individu – individu yang menunjukkan sifat mudah tersinggung, tidak dewasa, dan cenderung mengadu saat menghadapi masukan atau POV yang menantang pandangan atau tindakan mereka.

Dalam perspektif komunikasi sosial, respons reaktif terhadap kritik sering kali sebenarnya berasal dari ego yang rapuh.

Individu yang mudah tersinggung cenderung mempersepsikan subyektif sebuah kritik objektif sebagai serangan pribadi (personal attack).

Kegagalan membedakan antara substansi kritik dan nilai diri pribadi menunjukkan adanya ketidakdewasaan emosional.

Mereka belum mengembangkan kemampuan kognitif untuk meregulasi emosi mereka saat menghadapi ketidaknyamanan atau tantangan.

Baca Juga:  Kritik Rakyat Masalembu Jangan Dibunuh dengan Tuduhan Politik

Respons “mengadu” atau melibatkan pihak ketiga adalah strategi komunikasi yang tidak efektif dan manipulatif.

Alih-alih terlibat dalam dialog konstruktif dengan pengkritik, mereka memilih melarikan diri dari akuntabilitas dengan mencari validasi eksternal.

Perilaku ini merusak proses komunikasi sosial yang sehat, yang seharusnya mendorong penyelesaian konflik dan pertumbuhan kolektif.

Singkatnya, kemampuan menerima kritik secara konstruktif adalah pilar komunikasi sosial yang matang.

Baca Juga:  Pesan Kapolres Lamongan Selaku Ketua Umum PBVSI Saat Pemberangkatan Tim Bola Voli dalam Rangka Porprov

Sifat-sifat seperti mudah tersinggung dan mengadu mencerminkan hambatan psikologis yang menghalangi individu untuk belajar, beradaptasi, dan berinteraksi secara fungsional dalam lingkungan sosial yang beragam.

Mengembangkan kecerdasan emosional sangat penting untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih sehat dan produktif.

Laperan wajar, tapi Baperan bisa ngrepotin. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak
Penjahat Bernama Prabowo
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:47 WIB

Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB