Citra Polres Sumenep Kian Memburuk, Truk Engkel Pelangsir BBM Subsidi Dilepas

- Editorial Team

Senin, 2 Februari 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan barang bukti (BB) solar subsidi ilegal yang dilepas oleh Satreskrim Polres Sumenep. @by_News9.id

FOTO: Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan barang bukti (BB) solar subsidi ilegal yang dilepas oleh Satreskrim Polres Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Perkara pelangsiran BBM solar subsidi di Kabupaten Sumenep kini berada pada titik yang mengkhawatirkan.

Modusnya terang-terangan, jalurnya rapi, dan ironisnya, dugaan pembiaran aparat penegak hukum justru makin menguat.

Puncak kemarahan publik mencuat setelah muncul dugaan pelepasan barang bukti (BB) solar subsidi ilegal oleh Satreskrim Polres Sumenep.

Barang bukti tersebut sebelumnya diamankan oleh Polsek Pasongsongan, berupa sebuah mobil engkel bernopol B 9605 IS yang mengangkut solar subsidi secara ilegal.

Kendaraan itu ditangkap pada Kamis malam (26/9/2025) dan kemudian dilimpahkan ke Polres Sumenep. Namun yang terjadi justru memantik tanda tanya besar.

Alih-alih diproses hingga tuntas, mobil beserta muatan solar subsidi diduga dilepas tanpa kejelasan dasar hukum.

Baca Juga:  Penyaluran BLT Dana Desa Joho Berjalan Lancar, Wujud Kepedulian Pemerintah Desa terhadap Warga Rentan

Secara normatif dan hukum acara pidana, polisi tidak memiliki ruang untuk melepaskan barang bukti yang digunakan dalam tindak pidana, terlebih dalam kasus penyalahgunaan BBM subsidi yang jelas diatur undang-undang.

“Atas dasar apa polisi melepas barang tersebut. Apakah sudah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari izin angkut, asal BBM, hingga kelengkapan dokumen lainnya,” ujar sumber berinisial BE, Senin (2/2/2026).

BE menegaskan, jika pelepasan barang bukti hanya berlandaskan rekom nelayan bodong yang alamat dan legalitasnya tidak jelas, maka tindakan tersebut patut diduga sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan.

“Kalau hanya berlindung di balik rekomendasi nelayan yang tidak jelas, apakah itu dibenarkan menurut hukum dan konstitusi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menampar keras praktik yang diduga menjadikan rekomendasi abal-abal sebagai tameng kepentingan mafia BBM.

“Jangan jadikan rekomendasi fiktif sebagai topeng untuk mengamankan kepentingan mafia,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun redaksi News9.id menyebutkan, solar subsidi tersebut diduga milik Rofik alias Rapik, yang rencananya akan dikirim ke Subadar alias Badar, warga Sepulu, Bangkalan, yang dikenal sebagai juragan BBM dan disinyalir tidak mengantongi izin resmi.

Baca Juga:  Korban Aplikasi Kantar, Ini Langkah Hukum Agar Dana Anda Tidak Hilang Percuma

Padahal, praktik pengurasan solar subsidi menggunakan jerigen besar di SPBU jelas dilarang. Larangan tersebut diatur tegas dalam UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023.

Baca Juga:  Polda Jatim Kerahkan Tim Jatanras Buru Pelaku Curanmor di Lumajang

Namun di lapangan, hukum seolah lumpuh. Pelangsiran solar subsidi berlangsung nyaris tanpa hambatan di hampir seluruh SPBU di Sumenep, memperkuat dugaan adanya jaringan mafia BBM yang bekerja sistematis dan kebal hukum.

Ironisnya, di saat Kapolri mati-matian membangun citra Polri dan menegaskan komitmen pemberantasan kejahatan hingga titik darah penghabisan dalam forum resmi bersama Komisi III DPR RI, kondisi di Polres Sumenep justru berbanding terbalik.

Hingga kini, Polres Sumenep belum mampu menunjukkan komitmen nyata sebagaimana yang disampaikan Kapolri. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi
Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya
Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar
Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur
Kasus Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Tinggal Tunggu Penetapan Tersangka
Sudah Jadi Tersangka, Perkara Mantan Legislator Sumenep Belum Dilimpahkan
Chat Terbongkar, Pelaku Perkosaan dan Cabul Anak Diringkus Polisi
Kasus Dugaan Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Belum Ada Kepastian Hukum
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi

Senin, 21 September 2026 - 14:28 WIB

Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar

Sabtu, 19 September 2026 - 11:55 WIB

Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur

Jumat, 18 September 2026 - 12:52 WIB

Kasus Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Tinggal Tunggu Penetapan Tersangka

Berita Terbaru

FOTO: Massa aksi dari Pemuda Peduli Desa (PPD) di depan Mapolresta Sumenep, @by_News9.id

Headline

Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi

Jumat, 2 Okt 2026 - 17:00 WIB

FOTO: Ahmad Juhairi, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Kepulauan Masalembu, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Tiga Hari di Masalembu, Camat Pergi, DPRD: Jangan Korbankan Rakyat

Jumat, 2 Okt 2026 - 13:57 WIB