Tarian dan Saweran untuk Perbaiki Jalan, Potret Ketiadaan Negara di Sampang

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Lokasi di Dusun Tobai, Desa Tobai Barat Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. @by_News9.id

FOTO: Lokasi di Dusun Tobai, Desa Tobai Barat Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Ketiadaan kehadiran negara dalam pemenuhan infrastruktur dasar kembali dipertontonkan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Warga Dusun Tobai, Desa Tobai Barat, Kecamatan Sokobanah, membangun jalan desa secara swadaya dengan memanfaatkan ekonomi digital menggalang dana melalui siaran langsung di aplikasi TikTok.

Pembangunan jalan tersebut digagas oleh dua warga, Nur Hasan Ali Tamam dan Moh Juhri.

Pada bulan ini, keduanya bekerja sama membangun jalan di Dusun Tobai, Desa Tobai Barat, dengan Juhri bertindak sebagai pelaksana lapangan.

Proyek itu merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah mereka lakukan sebulan sebelumnya di Dusun Creccet, Desa Tobai Tengah, wilayah yang juga berada di Kecamatan Sokobanah.

“Sebulan lalu kami bangun jalan di bagian timur Dusun Creccet, Desa Tobai Tengah,” ujar Hasan Ali Tamam kepada News9.id, Selasa,(10/2).

Inisiatif warga ini bermula dari kondisi jalan desa yang rusak parah dan telah lama dikeluhkan masyarakat.

Baca Juga:  Polres Lamongan Gelar Apel Siaga Pengamanan Malam Takbir Idul Adha 1446 H 

Tak kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten, warga memilih bergerak sendiri.

Namun, cara yang mereka tempuh terbilang tak lazim yakni memanfaatkan fitur live streaming TikTok untuk menggalang “saweran” dari warganet.

Dalam sejumlah video siaran langsung yang beredar, tampak warga bekerja memperbaiki jalan sambil menyiarkan prosesnya secara real time.

Warganet yang menonton dapat mengirimkan “gift” digital yang kemudian dikonversi menjadi uang, sebagai bentuk dukungan.

Antusiasme terlihat tinggi, baik dari warga di lokasi maupun dari penonton daring.

Menurut Hasan, live streaming dilakukan secara terjadwal, tiga kali sehari pagi, siang, dan malam, demi menjaga konsistensi penggalangan dana.

Baca Juga:  Pembangunan Infrastruktur dan Penguatan Ketahanan Wilayah di Desa Burno

Bahkan, beberapa warga ikut menari atau berinteraksi aktif dengan penonton ketika gift berdatangan, sebagai bentuk apresiasi.

Strategi tersebut terbukti efektif. Sekitar 70 persen dana pembangunan jalan berasal dari gift TikTok, sementara sisanya diperoleh dari sumbangan sukarela warga sekitar.

“Pembangunan jalan ini murni dari dua sumber itu,” kata Hasan.

Ia menegaskan, hingga kini tidak ada campur tangan pemerintah dalam proyek tersebut.

“Belum ada bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan dua sisi mata uang dari ekonomi digital.

Di satu sisi, platform digital seperti TikTok membuka ruang partisipasi publik dan solidaritas lintas wilayah.

Warganet yang tidak memiliki keterikatan langsung dengan desa tersebut tetap dapat berkontribusi secara nyata.

Baca Juga:  Reses di Citrodiwangsan, Dedy Firmansyah Serahkan Seragam Ibu-Ibu Pengajian

Di sisi lain, keberhasilan warga mengandalkan saweran digital untuk membangun infrastruktur dasar justru menampar wajah pemerintah yang kurang responsif.

Jalan desa adalah kebutuhan mendasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, bukan diserahkan pada kreativitas warga atau belas kasih algoritma media sosial.

Ketika masyarakat harus menari di depan kamera demi menutup lubang jalan, pertanyaan mendasarnya bukan pada keunikan aksinya, melainkan pada kegagalan tata kelola pembangunan.

Apa yang terjadi di Sokobanah menjadi potret bagaimana ekonomi digital kini bukan hanya menjadi alat hiburan, tetapi juga penyangga darurat bagi layanan publik yang tak kunjung hadir.

Sebuah inovasi warga yang patut diapresiasi, sekaligus alarm keras bagi pembuat kebijakan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026
Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang
Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda
Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak
Ajak Warga Semarakkan HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Bagikan Bendera Merah Putih ke ASN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB