Dinas Koperasi Berkeringat hingga Habis Rp 584 juta

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Mengawal administrasi. Menyusun dokumen. Memastikan legalitas berdiri di atas aturan. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Mengawal administrasi. Menyusun dokumen. Memastikan legalitas berdiri di atas aturan. @by_News9.id

OPININEWS9 – Uang itu dari APBD Sumenep. Untuk Mengurus izin pendirian KDMP (Koperasi Desa Merah Putih).

Lemgkap. Mengawal administrasi. Menyusun dokumen. Memastikan legalitas berdiri di atas aturan.

Tak sedikit anggaran yang dipakai. Lebih dari Rp 500 juta dari APBD digelontorkan untuk proses itu.

Rapat koordinasi. Verifikasi. Pendampingan. Sosialisasi. Semua berjalan atas nama tata kelola yang sah.

Dinas Koperasi bergerak di hulu.

Menghidupkan badan hukumnya. Menyiapkan payungnya. Mengantarkan KDMP lahir secara resmi.

Namun ketika proyek masuk fase paling basah — pembangunan fisik bernilai miliaran rupiah — Dinas Koperasi justru tak dilibatkan.

Baca Juga:  Mengungkap Dugaan Pemalsuan SHM Tapakerbau di Sumenep

Di titik itu cerita berubah.

Uang negara yang jauh lebih besar mengalir. Angka-angka melonjak. Proyek konstruksi berjalan. Anggaran pembangunan gedung Rp 1,6 miliar. Tapi dikerjakan 700-800 juta, katanya.

Sementara dinas yang sejak awal mengurus perizinan seperti tertinggal di ruang tunggu.

Pertanyaannya sederhana:

Mengapa yang mengurus kelahiran tak ikut mengawal pertumbuhannya?

Apalagi ini bukan proyek kecil. Nilainya menyentuh miliaran rupiah. Bangunan berdiri di atas tanah desa. Mengatasnamakan koperasi. Mengusung embel-embel pemberdayaan ekonomi rakyat.

Baca Juga:  Balita Tenggelam di Kalidawir Ditemukan MD 13 Kilometer dari Lokasi kejadian

Logikanya, Dinas Koperasi menjadi aktor utama.

Tapi yang terlihat justru sebaliknya.

Dan di tengah keganjilan itu, publik kembali menoleh ke satu arah: Komisi DPRD Sumenep.

Biasanya, ketika ada potensi masalah tata kelola anggaran, DPRD cepat bergerak. Hearing digelar. Mitra kerja dipanggil. Klarifikasi diminta terbuka.

Seperti BSPS, garcep, kan?

Namun kali ini, ruang sidang komisi DPRD Sumenep terasa sepi. Terlihat seperti orang sariawan.

Tak ada panggilan resmi.

Tak ada forum terbuka.

Tak ada penjelasan ke publik.

Baca Juga:  Ketika Bajak Laut Lebih Bisa Diandalkan daripada Negara

Padahal APBD sudah keluar lebih dari Rp 500 juta lebih untuk perizinan. Lalu uang miliaran untuk pembangunan berjalan tanpa melibatkan dinas teknisnya.

Apakah ini soal kewenangan?

Soal koordinasi?

Atau soal keberanian bertanya?

Yang pasti, rakyat hanya ingin satu hal: transparansi.

Karena setiap rupiah yang keluar, baik ratusan juta maupun miliaran, bersumber dari uang publik.

Dan dalam tata kelola pemerintahan yang sehat, yang paling berbahaya bukan hanya penyimpangan.

Melainkan ketika yang seharusnya mengawasi memilih diam. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak
Penjahat Bernama Prabowo
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:47 WIB

Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB