Sekutu Empat Bandar Narkoba Masalembu dengan Oknum Kapolsek

- Editorial Team

Jumat, 3 April 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, dan (ilustrasi) empat sekutu bandar narkoba. @by_News9.id

FOTO: Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, dan (ilustrasi) empat sekutu bandar narkoba. @by_News9.id

OPININEWS9 – Ada yang janggal di Masalembu. Terlalu janggal untuk sekadar disebut kebetulan, terlalu berulang untuk dianggap kelalaian.

Di tengah jeritan masyarakat atas maraknya peredaran narkoba, aparat justru terlihat sibuk pada sasaran yang itu-itu saja kurir dan pengguna.

Sementara para bandar aktor utama yang seharusnya menjadi target utama seolah kebal hukum.

Peristiwa ini dianggap sebagai bagian sekutu antara empat Bandar Narkoba Masalembu dengan Oknum Kapolsek.

Ini bukan sekadar kritik. Ini tamparan keras bagi wajah penegakan hukum di kepulauan yang kini kian tercekik oleh narkotika.

Kinerja Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, selama masa jabatannya dinilai tidak ada langkah signifikan untuk memutus mata rantai besar peredaran narkoba.

Yang ditangkap hanya ikan kecil, sementara hiu tetap berenang bebas di lautan gelap bisnis haram ini.

Baca Juga:  Potensi Cabang Olahraga Voli Sumenep: Wadah untuk Lahirkan Atlet Nasional

Warga yang memilih bungkam identitas demi keselamatan, menyuarakan kegelisahan yang sebenarnya dirasakan banyak orang.

Ini bukan lagi tanda tanya kecil. Ini tanda tanya besar. Kalau bandar tidak disentuh, lalu sebenarnya yang dilindungi siapa?

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Warga menyebut sejumlah nama HL, A, P, dan S yang diduga sebagai pemain besar dalam jaringan narkoba di Masalembu.

Nama-nama itu bukan rahasia lagi. Semua orang tahu. Namun hukum seolah kehilangan mata dan telinganya.

Lebih ironis lagi, aktivitas transaksi narkoba disebut tetap berlangsung bahkan di bulan Ramadan, pada malam hari. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga pelecehan terhadap nilai moral dan religius masyarakat.

Baca Juga:  Mengungkap Dugaan Pemalsuan SHM Tapakerbau di Sumenep

Jika praktik ilegal bisa berjalan terang-terangan, publik wajar curiga ada apa di balik semua ini? Siapa yang memberi ruang? Siapa yang menutup mata?

Kecurigaan semakin menguat ketika dikaitkan dengan posisi Kapolsek yang disebut akan segera memasuki masa pensiun.

Alih-alih memperketat pengawasan, justru muncul dugaan pembiaran.

Situasi ini membuat para bandar semakin percaya diri, bahkan terkesan menantang hukum secara terbuka.

Lebih jauh lagi, publik juga mulai mempertanyakan keseriusan pimpinan di atasnya.

Kapolres hingga Polda dinilai belum menunjukkan langkah tegas yang benar-benar menyentuh akar persoalan.

Penegakan hukum yang hanya menyasar kurir bukanlah keberhasilan itu hanyalah ilusi kinerja. Sebuah panggung sandiwara yang menampilkan aksi, tapi menutupi inti masalah.

Baca Juga:  Masyarakat Kangean Keluhkan Pelayanan PLN

Jika bandar tidak disentuh, maka pemberantasan narkoba hanyalah slogan kosong.

Masalembu hari ini bukan hanya menghadapi persoalan hukum, tapi ancaman nyata terhadap masa depan generasi mudanya.

Narkoba bukan sekadar barang haram. Ia adalah mesin penghancur yang perlahan merusak sendi sosial, ekonomi, hingga moral masyarakat.

Karena itu, masyarakat mendesak Kapolres Sumenep, Kapolda Jawa Timur, hingga Kapolri harus segera turun tangan.

Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polsek Masalembu bukan lagi opsi, melainkan keharusan.

Jika tidak, maka diamnya aparat akan terus dibaca sebagai persetujuan. Dan ketika hukum kehilangan keberanian, maka kepercayaan publik pun ikut mati.

Masalembu tidak butuh pencitraan. Masalembu butuh keberanian. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TEMPO Berjudi di Madura
Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?
Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)
Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI
Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:52 WIB

TEMPO Berjudi di Madura

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Berita Terbaru

FOTO: Spanetsa FC, tim futsal SMP Negeri 3 Sampang, @by_News9.id

OLAHRAGA

Spanetsa FC Juara SAF League Vol 1 2026

Rabu, 30 Sep 2026 - 09:49 WIB