Jelang Restrukturisasi MADAS DPC Malang Raya, Pak Juhari Serukan Soliditas Tetap Dijaga

- Redaktur

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Pengurus MADAS DPC Malang Raya. @by_News9.id

FOTO: Pengurus MADAS DPC Malang Raya. @by_News9.id

MALANG, NEWS9 – Menjelang agenda besar restrukturisasi pengurus MADAS DPC Malang Raya yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026 di Bumiayu, Malang, tokoh internal MADAS, Pak Juhari, menyampaikan pesan tegas namun menyejukkan kepada seluruh jajaran DPC, DPAC, dan anggota MADAS se-Malang Raya.

Dalam pernyataannya, Pak Juhari menekankan bahwa restrukturisasi harus menjadi momentum membangun organisasi yang lebih maju, lebih tertata, dan semakin solid, bukan justru menjadi ruang konflik internal atau saling menjatuhkan.

“Saya berharap MADAS ke depan makin maju, solid, dan rukun. DPAC maupun DPC harus punya pendirian yang kuat, tidak mudah goyah, dan tidak perlu menanggapi hal-hal yang tidak membangun bagi organisasi,” tegas Pak Juhari.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting di tengah dinamika organisasi yang sedang memasuki fase pembaruan struktur kepengurusan.

Baca Juga:  Pemkab Lumajang Salurkan Bantuan Rehabilitasi RTLH, Rumah Warga Desa Mlawang Akan Diperbaiki

Menurutnya, energi MADAS harus difokuskan pada pembangunan organisasi, penguatan tupoksi, dan pelayanan kepada masyarakat, bukan habis untuk merespons isu-isu negatif yang justru berpotensi melemahkan persatuan internal.

Pak Juhari juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak merendahkan atau menjelekkan pihak-pihak yang sudah tidak lagi berada dalam struktur organisasi.

Baginya, perbedaan pilihan bukan alasan untuk memutus tali persaudaraan.

“Tidak usah menjelek-jelekkan, tidak usah merendahkan, dan tidak usah menghiraukan mereka yang sudah keluar. Itu hak mereka. Mereka tetap saudara kita, karena dulu kita pernah duduk bersama, makan bersama, dan bercanda bersama,” ujarnya.

Narasi tersebut memperlihatkan pendekatan dewasa dalam berorganisasi, bahwa restrukturisasi bukan berarti menghapus sejarah kebersamaan, melainkan memperbaiki arah ke depan tanpa menciptakan kegaduhan baru.

Baca Juga:  Keberhasilan Polres Lamongan Amankan Kegiatan Suroan dan Pengesahan Warga Baru PSHT 2025

Pak Juhari menilai, menjaga hubungan baik dengan tokoh atau anggota lama tetap penting demi stabilitas sosial dan marwah organisasi di mata masyarakat.

“Hubungan ke depan harus tetap baik. Jangan sampai ada hal-hal yang bikin gaduh. Kita tetap saudara,” lanjutnya.

Terkait struktur baru DPC MADAS Malang Raya, Pak Juhari berharap kepengurusan hasil restrukturisasi mampu bekerja lebih baik dibanding sebelumnya, lebih tertata secara organisasi, dan menjalankan tugas pokok serta fungsi secara maksimal.

“Harapan saya, struktur baru ini harus lebih bagus dari sebelumnya, lebih tertata, masing-masing paham tupoksi, lebih teratur, dan kompak selalu,” katanya.

Agenda restrukturisasi yang akan digelar di Rumah Bapak Subairi, Bumiayu, Malang, kini dipandang bukan sekadar pergantian struktur, tetapi juga penentuan arah masa depan MADAS Malang Raya.

Baca Juga:  Kemenangan untuk Rakyat, MA Pukul Mundur Upaya Inspektorat Karawang Tutupi Informasi Publik

Dengan pesan dari Pak Juhari, restrukturisasi diharapkan mampu memperkuat fondasi organisasi berbasis persaudaraan, loyalitas, dan kedewasaan kolektif.

Bagi banyak anggota, seruan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur, tetapi pada kemampuan menjaga soliditas tanpa kehilangan rasa hormat terhadap sesama.

Kini, publik internal MADAS Malang Raya menanti apakah restrukturisasi 17 Mei 2026 benar-benar menjadi titik lahirnya kepengurusan baru yang lebih kuat, lebih rapi, dan lebih bijak.

Sebab bagi Pak Juhari, organisasi besar bukan organisasi yang sibuk dengan konflik masa lalu, tetapi organisasi yang fokus menata masa depan bersama. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja
Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026
Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang
Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda
Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:23 WIB

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB