DKPP Lumajang Gelar Pemeriksaan Hewan Kurban di Lapak Penjualan Hewan Kurban Pemilik Keluhkan Turunnya Pembeli

- Redaktur

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: kepala DKPP kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari,bersama pedagang hewan korban. @by_News9.id

FOTO: kepala DKPP kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari,bersama pedagang hewan korban. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak‑lapak penjualan kambing kurban yang tersebar di berbagai titik wilayah kota Lumajang, Jum’at (22/05/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Tim Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKPP sebagai upaya memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, layak, dan aman dikonsumsi masyarakat.

Petugas DKPP melakukan inspeksi langsung di lapak‑lapak penjualan kambing dan domba, mengecek kondisi fisik, riwayat penyakit, dan kelayakan hewan kurban sesuai syariat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan kepala DKPP kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, bahwa pemeriksaan tidak hanya meliputi tanda‑tanda penyakit zoonosis, tetapi juga melihat usia, berat badan, dan kebersihan lingkungan penampungan hewan.

“Hari ini kami dari DKPP khususnya bidang PKH, melakukan pemeriksaan kesehatan hewan-hewan yang dijual untuk kurban, kebanyakan di sini yang dijual kambing dan domba”, ujar Retno.

Sebagian besar hewan yang diperiksa dinyatakan sehat dan layak jual, meski beberapa kasus ringan seperti iritasi mata ditangani di tempat oleh petugas PKH.

“Jadi yang diperiksa kesehatannya, kemudian memenuhi syarat atau tidak untuk dijadikan hewan kurban. Jadi dilihat giginya, kesehatan hewannya, mulai dari badannya matanya, usianya sesuai tidak untuk dijadikan hewan kurban. Tadi di tempat lain ada yang sakit mata, itu sudah kita beri bantuan obat sakit mata”, ungkapnya.

Sambil memantau, DKPP juga melakukan sosialisasi kepada pedagang dan calon pembeli agar memilih hewan kurban dari lapak resmi yang telah terdaftar dan diawasi oleh pemerintah daerah.

Baca Juga:  Selisih 2%, Bunda Indah-Mas Yudha Pimpin Quick Count Pilbup Lumajang

Selain pemeriksaan rutin, DKPP Lumajang juga melakukan desinfeksi berkala di area pasar hewan dan lapak penjualan kambing untuk mencegah penularan penyakit.

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh teman-teman PKH, pejual akan mendapatkan stiker bahwa kambing dan dombanya sudah layak untuk dijadikan hewan kurban.

Baca Juga:  Aktivis Desak Audit Langsung Kadisdik Jatim Atas Dugaan Pungli dan Pengambilan Dana PIP di Banyuwangi

Ada dua penjual yang memang mengeluh, bahwa peminat pembeli hewan kurban ini menurun dari tahun kemarin.

Sejak dirinya membuka lapak pada Senin kemarin sampai sekarang belum satupun yang laku, yang biasanya ramai sejak awal buka kali ini terhitung sejak Senin kemarin hingga hari ini belum ada yang laku.

“Sudah lima hari ini belum ada yang laku, sampai harga terus diturunkan pembeli hanya menawar maksimal satu juta dari harga tiga juta lebih”, keluhnya.

“Jauh dari hari raya kemarin, saya buka kurang dari sepuluh hari sudah ada lima belas ekor yang terjual. Harganya juga lumayan, dibanding sekarang harga sampai diturunkan di bawah tiga juta tetap gak ada yang beli. Padahal kami sudah keluar modal banyak, sewa lahan, biaya buat kandangnya dan makanannya tiap hari. Kalau kami rasakan kalah dengan pedagang pemula yang muda-muda itu, dia andalannya lewat online, pakai tik tok posting hewannya”, pungkas salah satu pemilik lapak.

Pemantauan hewan kurban diproyeksikan terus berlangsung di puluhan lokasi lapak hingga H-1, sebagai wujud komitmen pemerintah menjaga kualitas kurban dan ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja
Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026
Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang
Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda
Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:23 WIB

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB