BeritaDaerah

Akses Jawa–Bali Mulai Tersendat! Antrean Kendaraan Padati Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang

58
×

Akses Jawa–Bali Mulai Tersendat! Antrean Kendaraan Padati Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang

Sebarkan artikel ini
Akses Jawa–Bali Mulai Tersendat! Antrean Kendaraan Padati Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang
FOTO: Arus kendaraan menuju jalur penyeberangan Jawa–Bali mulai mengalami antre. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Memasuki H-7 Hari Raya Idul Fitri, arus kendaraan menuju jalur penyeberangan Jawa–Bali mulai mengalami kepadatan signifikan.

Antrean panjang kendaraan terlihat di kawasan akses menuju Pelabuhan Ketapang serta jalur menuju Pelabuhan Tanjung Wangi, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, ratusan kendaraan tampak mengular hingga beberapa kilometer sebelum pintu masuk pelabuhan.

Antrean didominasi kendaraan logistik berupa truk besar yang datang dari arah jalur nasional Situbondo menuju Banyuwangi.

Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di jalur Situbondo–Banyuwangi terpantau padat merayap, terutama di titik-titik yang menjadi akses menuju kawasan pelabuhan penyeberangan.

Selain truk logistik, kendaraan pribadi, bus antar kota, serta kendaraan roda dua juga mulai memadati jalur tersebut.

Selain meningkatnya volume kendaraan, kepadatan juga dipicu oleh sejumlah pengemudi yang saling mendahului untuk memasuki jalur antrean menuju pelabuhan.

Situasi itu menyebabkan arus kendaraan tersendat dan membuat antrean semakin panjang, bahkan meluas hingga ke ruas jalan utama.

Salah satu pengemudi truk logistik, Rudi (42), mengaku sudah mengantre cukup lama sebelum bisa mendekati area pelabuhan.

“Sejak tadi pagi sudah mulai antre. Kendaraan banyak yang saling mendahului supaya cepat masuk, akhirnya malah makin macet,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Andi (34), pengemudi kendaraan pribadi yang hendak menyeberang ke Bali. Ia mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya untuk mencapai area pelabuhan.

“Biasanya tidak sampai selama ini. Antrean sudah terlihat beberapa kilometer sebelum pelabuhan. Kalau kendaraan berhenti lama, bahan bakar juga jadi lebih boros,” katanya.

Lonjakan kendaraan logistik ini diduga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas distribusi barang menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Banyak pengemudi truk memilih menyeberang lebih awal guna menghindari potensi pembatasan operasional kendaraan berat yang biasanya diberlakukan saat memasuki puncak arus mudik Lebaran.

Menanggapi kondisi tersebut, petugas dari Satuan Lalu Lintas Polresta Banyuwangi bersama anggota Kodim 0825 Banyuwangi tampak melakukan pengaturan arus kendaraan di sekitar akses masuk pelabuhan.

Seorang petugas di lapangan mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengurai antrean agar arus kendaraan tetap bergerak.

“Kami melakukan pengaturan agar kendaraan tetap tertib di jalur antrean dan tidak saling menyerobot. Dengan begitu diharapkan arus lalu lintas bisa lebih lancar,” ujarnya.

Meski demikian, kepadatan kendaraan yang terjadi tidak hanya berdampak pada lamanya waktu tempuh perjalanan, tetapi juga mempengaruhi aktivitas para pengguna jalan lainnya.

Sejumlah pengemudi mengeluhkan meningkatnya konsumsi bahan bakar akibat kendaraan harus berjalan perlahan bahkan berhenti dalam waktu lama.

Di sisi lain, kondisi ini juga berpotensi memengaruhi distribusi logistik menuju Bali jika antrean kendaraan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.

Mengingat jalur penyeberangan Banyuwangi–Bali merupakan salah satu akses vital bagi mobilitas barang maupun penumpang menjelang momen Lebaran.

Jika lonjakan kendaraan terus terjadi tanpa diimbangi pengaturan arus yang efektif, antrean kendaraan dikhawatirkan akan semakin panjang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang puncak arus mudik Idul Fitri di jalur penyeberangan Jawa–Bali. ***

Tinggalkan Balasan

>