Sumenep Tancap Gas Digitalisasi UMKM, Transaksi QRIS Capai 97 Persen

- Penulis

Kamis, 19 Juni 2025 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Kepala Bapenda Sumenep. Faruk Hanafi, (paling kiri) saat menegaskan komitmennya untuk mengubah pola transaksi konvensional menjadi digital. @by_News9.id

FOTO: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Kepala Bapenda Sumenep. Faruk Hanafi, (paling kiri) saat menegaskan komitmennya untuk mengubah pola transaksi konvensional menjadi digital. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mempercepat transformasi ekonomi digital di segala lini, terutama pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Melalui skema Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), pemkab menargetkan ekosistem transaksi digital berbasis QRIS menjadi standar baru di kalangan pelaku usaha lokal.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan komitmennya untuk mengubah pola transaksi konvensional menjadi digital guna menciptakan efisiensi dan meningkatkan daya saing pelaku UMKM di era ekonomi digital.

“Digitalisasi ini bukan sekadar tren, tetapi upaya konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Kami ingin pelaku UMKM punya akses pasar yang lebih luas dan lebih cepat melalui sistem transaksi nontunai,” ujar Bupati saat membuka High Level Meeting Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (19/6/2025).

Penerapan QRIS dijadikan sebagai langkah awal digitalisasi dan telah diujicobakan di dua titik strategis, yakni Pasar Minggu dan Pasar Tajamara.

Baca Juga:  Kunjungan Wasev TMMD: Perkuat Sinergi Pembangunan di Lumajang

Pemerintah daerah juga terus mendorong pelaku UMKM untuk beralih ke sistem pembayaran digital melalui koordinasi intensif lintas sektor.

“Digitalisasi ini tidak bisa kami lakukan sendiri. Kami konsisten membangun komunikasi dengan pelaku UMKM agar sistem digital yang diterapkan sesuai kebutuhan riil mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia, Farid Efendi, mengapresiasi kemajuan Sumenep dalam penerapan QRIS sebagai alat transaksi utama.

Baca Juga:  Dugaan Nota Fiktif Proyek BSPS 2024 Seret Kades Torjek

Dia menyebut tingkat digitalisasi transaksi di Sumenep telah mencapai 97 persen, tertinggi di Pulau Madura.

“Ini capaian luar biasa. Pemerintah daerah Sumenep telah menunjukkan komitmen nyata dalam membangun ekosistem ekonomi digital di tingkat akar rumput,” tandas Farid.

Senada dengan itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, Faruk Hanafi, menjelaskan sejak tahun 2021, Pemkab telah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang mengawal transformasi pembayaran non-tunai, baik untuk belanja maupun penerimaan daerah.

Baca Juga:  Jelang Kepulangan Jamaah Haji, Satlantas Polres Sumenep Minta Warga Tertib Berlalu Lintas

Beberapa langkah konkret yang telah berjalan di antaranya adalah pengembangan e-PBB berbasis QRIS, penerbitan e-SPPT untuk desa dan kelurahan, serta penggunaan QRIS dalam pembayaran pajak restoran, hotel, hingga layanan kesehatan di puskesmas kepulauan.

“Digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan efisien,” tutup Faruk. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak
Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah
PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep
Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting
Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”
PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting
Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang
Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:10 WIB

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:08 WIB

PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:18 WIB

Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”

Senin, 27 Juli 2026 - 23:28 WIB

PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting

Berita Terbaru