PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan. @by_News9.id

FOTO: Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan. @by_News9.id

PROBOLINGGO, NEWS9 – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo menetapkan tiga rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I masa khidmat 2026–2031.

Rekomendasi tersebut mencakup pemerataan pembangunan kawasan barat, penyediaan beasiswa pendidikan tinggi, serta intervensi terhadap pernikahan anak, nikah siri, dan stunting.

Keputusan itu dihasilkan dalam Muskercab I yang digelar di Pondok Pesantren Al-Barokah, Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, pada Minggu, 26 Juli 2026.

Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan mengatakan rekomendasi tersebut disusun berdasarkan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Menurut Teguh, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah barat Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga:  DPRD Kabupaten Lumajang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pendapat Terhadap Raperda Perubahan APBD 2025

Ia menilai kawasan yang membentang dari pesisir hingga lereng Bromo-Tengger itu membutuhkan akses jalan, fasilitas publik, dan konektivitas ekonomi yang lebih merata.

Selain infrastruktur, PCNU juga mendorong pemerintah daerah menghadirkan skema beasiswa perguruan tinggi yang lebih terarah.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil per Desember 2023, dari sekitar 1,18 juta penduduk Kabupaten Probolinggo, hanya 3,26 persen yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Sementara lebih dari 73 persen penduduk memiliki tingkat pendidikan maksimal sekolah dasar atau belum pernah bersekolah.

PCNU mengusulkan agar beasiswa diprioritaskan bagi warga kurang mampu yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi lokal untuk memperkuat sumber daya manusia daerah.

Baca Juga:  Jalin Kebersamaan, Babinsa Jenggrong dan Warga Bersinergi Renovasi Rumah Warga

Adapun mahasiswa yang kuliah di luar daerah diarahkan pada program studi strategis yang belum tersedia di Probolinggo.

Rekomendasi lain yang menjadi perhatian ialah penanganan pernikahan anak dan nikah siri yang dinilai berkaitan dengan tingginya angka stunting.

Teguh meminta pemerintah tidak mengabaikan keluarga yang telah terlanjur menikah di bawah tangan.

“Pemkab Probolinggo tak boleh lepas tangan. Keluarga anak yang menikah di bawah tangan (nikah siri) harus memperoleh pendampingan secara berkelanjutan. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan kasus stunting itu banyak ditemukan dari keluarga-keluarga seperti ini,” kata Teguh usai Muskercab.

PCNU mengacu pada data Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung yang menunjukkan perkara dispensasi kawin di Pengadilan Agama Kraksaan masih tergolong tinggi di Jawa Timur.

Baca Juga:  Diduga Cabuli Dua Anak Bertahun-tahun, Guru Ngaji di Pamekasan Ditangkap

Di sisi lain, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan 2024 mencatat prevalensi stunting balita di Kabupaten Probolinggo mencapai 26,3 persen atau menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Jember.

Sebagai tindak lanjut, PCNU menyatakan akan membentuk tim advokasi untuk mendampingi keluarga yang menikah di bawah tangan.

Pendampingan itu mencakup aspek kepastian hukum, kesehatan reproduksi, serta pemenuhan gizi anak sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting di Kabupaten Probolinggo. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Kris

Editor : Seno CS

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang
Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029
Puncak Harkopnas ke-79 Ribuan Masyarakat Pamekasan mengikuti JJS
Polsek dan Wartawan Tambelangan Jalin Sinergi Lewat Piramida
TMI Sumenep Sambut Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN
PWI Sampang Desak Proses Hukum Hotman Paris, Ancaman Pers
Pastikan Distribusi Tepat Sasaran, KP3 Magetan Intensifkan Monitoring dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Plaosan, Kawedanan, dan Sukomoro
Warga Binaan dan Pramuka Ikuti Wawasan Kebangsaan di Rutan Kraksaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 23:28 WIB

PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting

Senin, 27 Juli 2026 - 23:19 WIB

Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:54 WIB

Puncak Harkopnas ke-79 Ribuan Masyarakat Pamekasan mengikuti JJS

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:51 WIB

Polsek dan Wartawan Tambelangan Jalin Sinergi Lewat Piramida

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:27 WIB

TMI Sumenep Sambut Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN

Berita Terbaru