SAMPANG, NEWS9 – Sebuah langkah responsif dilakukan Tim Konsultan Manajemen Balai (KMB) dalam rangka memastikan kualitas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikelola Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Agil Jaya di Desa Penyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura. Senin (27/7).
Tim KMB melakukan evaluasi lapangan secara langsung sebagai bagian dari fungsi pembinaan dan pengendalian mutu, guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Langkah itu diambil sebagai tindak lanjut atas informasi yang berkembang di masyarakat mengenai pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Tenaga Ahli KMB, Roif Fitrianto, secara tegas menginstruksikan Asisten Tenaga Ahli (ASTA) Arif Rahman bersama Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) M. Nurus Syamsi untuk turun langsung dan melakukan verifikasi menyeluruh.
“Sebagai bagian dari fungsi pengendalian mutu, kami menginstruksikan tim di lapangan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Roif Fitrianto kepada News9.id, Senin(27/7).
Instruksi tersebut tidak tinggal perintah. Menindaklanjutinya, ASTA Arif Rahman bersama TPM M. Nurus Syamsi bergerak cepat. Mereka melakukan pemeriksaan lapangan dengan metode yang terukur, termasuk pembongkaran pada sebagian konstruksi sebagai bagian dari proses verifikasi teknis.
Langkah ini penting untuk memastikan bahwa setiap temuan di lapangan didasarkan pada fakta fisik, bukan sekadar asumsi.
“Evaluasi kami lakukan secara langsung di lapangan, termasuk pembongkaran pada bagian konstruksi yang diperlukan untuk memastikan kondisi pekerjaan secara aktual. Seluruh proses pemeriksaan dilaksanakan sesuai prosedur dan didokumentasikan sebagai bagian dari evaluasi teknis,” kata Arif Rahman.
Sementara itu, TPM M. Nurus Syamsi menekankan bahwa evaluasi tersebut tidak sekadar rutinitas, melainkan cerminan komitmen pendampingan yang berorientasi pada kualitas dan akuntabilitas publik.
“Kami melaksanakan evaluasi sesuai arahan Tenaga Ahli dengan mengedepankan objektivitas dan ketelitian. Harapannya, hasil pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi pekerjaan sehingga setiap tindak lanjut didasarkan pada hasil evaluasi di lapangan,” tutur M. Nurus Syamsi.
Yang patut diapresiasi dari rangkaian proses ini adalah kecepatan respons dan keberanian tim KMB untuk melakukan pembongkaran konstruksi sebagai bentuk transparansi.
Dalam banyak kasus, langkah seperti ini kerap dihindari karena dianggap merepotkan. Namun, di sinilah letak akuntabilitas, tidak ada yang ditutupi, semua diuji secara fisik.
Dengan adanya evaluasi ini, publik dapat berharap bahwa setiap temuan, apabila ada kekurangan, akan segera ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan. Dan jika hasil evaluasi menunjukkan kesesuaian, maka kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan program publik akan terjaga.
Tim KMB menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengendalian mutu secara konsisten. Tujuannya memastikan Program P3-TGAI tidak sekadar selesai dibangun, tetapi juga memberikan manfaat optimal bagi masyarakat petani di Sampang dan sekitarnya. ***
Penulis : Sup
Editor : Seno CS












