Warga Sumenep Keluhkan Program BSPS, Bantuan yang Membebani Rakyat Kecil

- Redaksi

Senin, 13 Januari 2025 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (Ilustrasi) Program yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu kerap dikeluhkan warga penerima, @by_News9.id

Foto: (Ilustrasi) Program yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu kerap dikeluhkan warga penerima, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep, yang seharusnya menjadi angin segar bagi masyarakat kecil, justru menyisakan cerita pilu bagi sebagian penerima manfaat.

Program yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu kerap dikeluhkan karena dirasa lebih membebani daripada membantu.

Salah satu penerima manfaat, warga Kecamatan Lenteng yang namanya enggan disebutkan, mengungkapkan bantuan yang diterimanya justru membuatnya terlilit utang.

Alih-alih mendapatkan rumah layak huni tanpa beban, kini harus menghadapi tagihan yang terus menghantuinya.

“Saya malu, karena sering ditagih hutang tukang yang belum saya bayar. Saya sempat berpikir untuk menjual sapi, tapi itu pun tidak cukup menutupi utang karena sapi tersebut bukan milik saya sendiri, hanya bagi hasil. Lagi pula, harga sapi saat ini anjlok akibat penyakit,” katanya, Minggu (12/1/2025).

Dia mengaku, awalnya didatangi oleh petugas BSPS yang menjelaskan bahwa dirinya akan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta, dengan Rp2,5 juta dialokasikan untuk biaya tukang.

Baca Juga:  CV AWBS Tutup Mulut, Foodcourt Ratusan Juta di Pantai Lombang Diduga Langgar Spesifikasi Proyek

Namun, ia tidak menerima uang tunai, melainkan dalam bentuk material seperti kayu, genteng, batu bata, pasir, dan kawat cor yang disuplai langsung dari toko.

“ATM atas nama penerima manfaat, tapi dikumpulkan di Balai Desa. Saya bahkan harus meminjam uang untuk membayar tukang, karena biaya tukang tidak sepenuhnya ditanggung,” ungkapnya dengan kecewa.

Warga tersebut berharap pemerintah lebih serius dalam menjalankan program bantuan, sehingga benar-benar memberikan manfaat tanpa memberatkan rakyat kecil.

“Tolong kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, jangan setengah hati. Kalau memang mau membantu, jangan sampai justru membuat rakyat kecil semakin menderita,” pungkasnya.

Keluhan ini bukanlah kasus pertama yang muncul terkait pelaksanaan program BSPS di Sumenep.

Baca Juga:  Dugaan Menu Tak Layak dan Minimnya IPAL, DPRD Sumenep Siap Sidak Dapur MBG

Beberapa penerima manfaat mengeluhkan sistem distribusi bantuan yang dinilai tidak transparan dan kerap membebankan masyarakat miskin.

Harapan besar kepada pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan program ini agar tidak ada lagi cerita duka dari mereka yang seharusnya dibantu. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Pelaku seorang ASN berinisial S, yang bertugas di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep, @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:14 WIB

FOTO: Pria terduga pelaku saat diamankan aparat kepolisian. @by_News9.id

PERISTIWA

Perempuan Asal Songgon Tewas di Rumah Pasangan Siri

Minggu, 9 Agu 2026 - 18:04 WIB