Jelang Transisi Sekda, Siapa Yang Harus Dipercaya?

- Redaksi

Minggu, 22 Juni 2025 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Menakar kepedulian di tengah transisi Sekda Sumenep. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Menakar kepedulian di tengah transisi Sekda Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Judul dari catatan sederhana ini, jika boleh disebut, berawal dari ungkapan sederhana yang saya cantumkan pada paragraf kedua. Ungkapan itu, bagi saya, seperti membawa pertanyaan: kepada siapa kita harus percaya?

Ungkapan itu, kurang lebih seperti ini: Kadang, yang tampak peduli hanyalah penonton. Bukan penyelamat. Maka berhati-hatilah dengan kepedulian, kadang ia membawa beban dan muslihat yang tak tertanggungkan.

Ungkapan awam itu, hemat saya, tidak perlu ditafsiri berlebihan. Kita bisa memaknainya dengan sederhana dan mudah pula kita mempelajarinya.

Yang peduli kepada kita, bisa jadi hanyalah penonton. Jika diumpamakan pertandingan bola, setelah peluit panjang, sebuah kepedulian bisa menjadi sia-sia. Bahkan membebani kita.

Baca Juga:  Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Sebagai penonton, mereka punya hak untuk pergi dan meninggalkan kita tanpa basa basi dan mendadak tak peduli.

Hanya saja, jika diingat sebelum peluit panjang dibunyikan, kepedulian itu seperti malaikat yang membawa perlindungan. Tapi, tafsir kita ternyata berlebihan.

Jelang pergantian Sekda, suasana mulai ramai. Banyak yang mendadak lihai berbicara, seolah tahu segalanya, bahkan merasa telah menjadi jurkam salah satu suksesornya.

Padahal, mereka hanyalah penonton, yang berdiri di pinggir arena, tapi ingin tampil seolah di tengah permainan dan seakan menguasainya.

Baca Juga:  Sensus Ekonomi 2026, Bupati Minta Masyarakat Berikan Data Akurat

Sebagai orang awam, kita layak khawatir, misalnya, Sekda terpilih malah terjerat “janji-janji politik” yang sebenarnya bukan kehendaknya.

Atau lebih buruk lagi, janji yang dipaksakan oleh suara-suara penonton yang sebenarnya tak punya wewenang, hanya kepentingan. Tentu saja itu membahayakan.

Karenanya, calon Sekda yang tangguh adalah ia yang mampu membedakan kepedulian yang tulus dan yang semu. Tak perlu menggubris suara penonton, semanis apapun.

Baca Juga:  Tertarik pada Orang Lain Setelah Menikah, Itu Bukan Cinta

Sebab kepemimpinan yang sehat lahir dari integritas dan sikap teguh, bukan karena muslihat budi yang harus dibalas.

Biarkan transisi Sekda ini berjalan jernih, transparan, objektif, dan tanpa beban balas jasa. Ketika pemimpin terlalu mudah dihasut oleh tepuk tangan penonton, bisa jadi ia tak punya pendirian.

Oh iya, jika kabar itu benar, bahwa Sekda terpilih Sumenep sudah ada, maka selamat. Salam awam saja.

Ketika pemimpin terlalu mudah dihasut oleh tepuk tangan penonton, bisa jadi ia tak punya pendirian.” ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak
Penjahat Bernama Prabowo
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:47 WIB

Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB