HMI Jatim Desak Reformasi Polri Menyentuh Akar Moral, Bukan Sekadar Seremonial

- Redaktur

Sabtu, 8 November 2025 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Koordinator Bidang Hukum, Pertahanan, dan Keamanan BADKO HMI Jatim, Dzulkarnain Jamil. @by_News9.id

FOTO: Koordinator Bidang Hukum, Pertahanan, dan Keamanan BADKO HMI Jatim, Dzulkarnain Jamil. @by_News9.id

SURABAYA, NEWS9 – Seruan tajam datang dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur.

Organisasi mahasiswa Islam tertua itu mendesak agar reformasi Kepolisian Republik Indonesia tidak berhenti di ruang konferensi dan peraturan presiden, tetapi menembus hingga jantung moral dan budaya aparat penegak hukum.

“Reformasi Polri adalah perang tanpa musuh, pertempuran moral antara nurani dan kekuasaan. Yang harus dilawan bukan rakyat, tetapi sistem yang membuat penegak hukum kehilangan jiwa keadilan,” ujar Koordinator Bidang Hukum, Pertahanan, dan Keamanan BADKO HMI Jatim, Dzulkarnain Jamil, dalam keterangan di Surabaya, Sabtu, (8/10).

Seruan itu menanggapi langkah Presiden Prabowo Subianto yang membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri melalui Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2025.

Langkah tersebut dianggap sebagai respons terhadap krisis kepercayaan publik terhadap Polri yang terus tergerus berbagai skandal.

Baca Juga:  Putusan Diduga Tak Pro Rakyat, Warga Kelurahan Bangunsari Geram: Masak Kalau Tak Mampu Tidak Dimakamkan

Namun, Dzulkarnain mengingatkan, pembentukan komisi itu tak boleh berhenti di atas kertas.

“Tim ini hanya akan bermakna bila berani menyentuh akar masalah: budaya feodal, pungutan liar, ketimpangan hukum, dan relasi kuasa di tubuh kepolisian,” katanya.

Menurut HMI Jatim, reformasi sejati bukan perkara mengganti seragam atau merombak struktur.

“Masalah Polri ada di kultur yang korosif. Reformasi sejati harus menata ulang moralitas kekuasaan dari mental tunduk pada jabatan, menjadi loyal pada kebenaran,” tutur Dzulkarnain.

Kehadiran figur-figur senior seperti Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD dalam komisi reformasi dinilai memberi sinyal positif. Namun Dzulkarnain mengingatkan publik agar tak terbuai nama besar.

“Publik berhak mengawal, agar hasilnya tidak sekadar laporan teknokratis yang sunyi dari keberanian politik,” ujarnya.

BADKO HMI Jatim memandang perlu adanya sinergi antara dua poros reformasi: komite eksternal yang dibentuk presiden dan tim internal bentukan Kapolri.

Baca Juga:  Fest RadhIesta 2025 Bakal Guncang Sumenep, Sensasi Dangdut Rock Koplo

Keduanya harus bekerja dalam semangat transparansi dan keadilan, bukan sekadar menjaga citra.

“Kami menghargai langkah cepat Kapolri, tetapi reformasi sejati tidak lahir dari ruang seremonial. Ia lahir dari keberanian membuka borok institusi di hadapan rakyat,” tegas Dzulkarnain.

HMI Jatim merumuskan tiga tantangan pokok reformasi Polri:

1. Reformasi struktural: memperjelas garis komando, memulihkan profesionalisme, dan memastikan akuntabilitas tanpa intervensi politik.

2. Reformasi kultural: menumbuhkan etika pelayanan publik, menghapus pungli, dan mengembalikan citra polisi sebagai pelindung, bukan penindas.

3. Reformasi kesejahteraan: memperbaiki ekonomi anggota Polri agar tidak terseret dalam penyimpangan dan praktik koruptif.

“Reformasi tanpa perbaikan kesejahteraan hanyalah utopia. Tapi kesejahteraan tanpa moralitas akan melahirkan polisi yang makmur tapi kehilangan empati,” kata Dzulkarnain.

BADKO HMI Jatim juga mendorong agar Komisi Percepatan Reformasi Polri membuka ruang dialog dengan masyarakat sipil, kampus, dan organisasi kemasyarakatan.

“Polri tidak boleh direformasi dari atas saja. Reformasi harus datang dari bawah, dari suara warga desa, jalan raya, dan ruang publik tempat rakyat berinteraksi dengan polisi setiap hari,” ujarnya.

HMI Jatim menutup pernyataannya dengan peringatan keras: reformasi Polri sejatinya adalah bagian dari reformasi keadilan bangsa.

“Jika hukum gagal menegakkan nurani, rakyat akan belajar mencari keadilan di luar negara. Saat itu, republik kehilangan maknanya,” kata Dzulkarnain Jamil. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momen HUT RI, Polisi Sampang Bagikan Bendera dan Edukasi
IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja
Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026
Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang
Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda
Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Momen HUT RI, Polisi Sampang Bagikan Bendera dan Edukasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:23 WIB

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda

Berita Terbaru

FOTO: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang saat membagikan bendera merah putih. @by_News9.id

DAERAH

Momen HUT RI, Polisi Sampang Bagikan Bendera dan Edukasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:35 WIB

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB