HMI Tantang Pansus DPRD Tutup Tambak Udang Ilegal, Jangan Cuma Sidak Pencitraan

- Editorial Team

Sabtu, 13 Desember 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Sahid Badri, Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Sumenep, @by_News9.id

FOTO: Sahid Badri, Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Sumenep, Sahid Badri, menantang Panitia Khusus (Pansus) Tambak Udang DPRD Sumenep untuk bertindak tegas dan konsisten menuntaskan persoalan ratusan tambak udang yang diduga beroperasi tanpa izin.

Tantangan itu mencuat menyusul inspeksi mendadak (sidak) Pansus Tambak Udang DPRD Sumenep ke sejumlah lokasi tambak di Kecamatan Bluto dan Pragaan, Jumat (12/12/2025).

Sidak tersebut justru membuka fakta telanjang lemahnya kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan perizinan.

Sahid menilai, sidak semata tidak cukup. DPRD dituntut membuktikan keberpihakan pada kepentingan daerah dan keselamatan lingkungan dengan langkah konkret, bukan sekadar seremonial pengawasan.

“Komisi III harus konsisten mengawal persoalan ini sampai tuntas. Jangan sampai publik kembali disuguhi drama pengawasan yang berakhir senyap di tengah jalan,” tegas Sahid, Sabtu (13/12/2025).

Ia menekankan, jika pelanggaran sudah terang-benderang, maka sanksi harus dijatuhkan tanpa pandang bulu.

Baca Juga:  PT Garam Kalianget Rayakan HUT RI ke-80 dengan Lomba Hias Tumpeng

Menurutnya, pembiaran hanya akan melahirkan kesan adanya perlindungan terhadap pelaku usaha bermasalah.

“Kalau sudah jelas melanggar, harus ada sanksi tegas. Jangan sampai ada yang merasa aman hanya karena posisinya,” ujarnya.

Sahid juga mendorong agar pengawasan tambak udang dilakukan secara rutin dan sistematis, dengan koordinasi lintas sektor antara DPRD, dinas teknis, hingga aparat penegak hukum.

Tanpa itu, lanjut Sahid, penertiban hanya akan berhenti di atas kertas.

“Yang kami harapkan adalah keberlanjutan. Jangan hanya sidak sesaat lalu dianggap selesai. Lingkungan harus dilindungi, masyarakat juga butuh kepastian hukum,” katanya.

Disamping itu, masalah transparansi perizinan turut menjadi sorotan.

Baca Juga:  Pelantikan Lima DPC PIKI Jawa Timur, Intelektual Kristen Didorong Respons Krisis Ekologi

Sahid meminta DPRD membuka data perizinan tambak udang ke publik serta memastikan seluruh usaha tambak patuh regulasi.

Dia juga mengajak masyarakat ikut aktif mengawasi dan melaporkan pelanggaran.

“Keterlibatan publik itu penting. Kalau masih ada tambak ilegal, masyarakat harus berani melapor,” tandasnya.

Menurut Sahid, pembiaran tambak udang ilegal bukan hanya berisiko merusak lingkungan, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dan DPRD sebagai lembaga pengawas.

“Kalau dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang rusak, tapi kredibilitas pengawasan pemerintah daerah juga hancur,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar pengawasan tambak udang tidak bernasib sama seperti kasus galian C sebelumnya yang sempat ramai, namun menghilang tanpa kejelasan penanganan.

“Jangan sampai pengawasan kali ini bernasib sama seperti kasus galian C yang hilang di tengah jalan,” tegas Sahid.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Tambak Udang DPRD Sumenep, Eka Bhagas Nur Ardiansyah, mengungkapkan temuan mengejutkan.

Baca Juga:  Muhammadiyah Karang Penang Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga Kurang Mampu

Berdasarkan data DPMPTSP Sumenep, tercatat sekitar 400 tambak udang di wilayah daratan hingga kepulauan tidak mengantongi izin.

“Data di DPMPTSP jelas, tidak satu pun tambak itu berizin. Lahannya luas dan besar, tapi tanpa izin. Kemungkinan besar sudah beroperasi sejak lama,” kata Eka Bhagas.

Kendati itu, temuan tersebut menjadi ujian serius bagi DPRD Sumenep, berani menegakkan aturan atau kembali membiarkan pelanggaran mengendap tanpa penyelesaian. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Bahana Bersahaja Hadir di Desa Bener, Pelayanan Publik Didekatkan kepada Masyarakat
IWB Dorong Evaluasi Sound Horeg, Usulkan Pawai Kemerdekaan Kembali Berbasis Budaya Lokal
Musda XI RAPI Jawa Timur Digelar di Tretes, Aep Saepudin JZ13JVX Terpilih sebagai Ketua Daerah
Sinergi Polsek, Koramil dan Linmas Kawal Pawai Budaya HUT ke-81 Desa Taman Sari
Khirata Foundation Gelar Kenduri Manis, Bentengi Anak dari Narkoba
Ponsel Anggota Polresta Sumenep Mendadak Disisir Propam
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WIB

Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 09:37 WIB

Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN

Rabu, 16 September 2026 - 15:55 WIB

Bahana Bersahaja Hadir di Desa Bener, Pelayanan Publik Didekatkan kepada Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 15:46 WIB

IWB Dorong Evaluasi Sound Horeg, Usulkan Pawai Kemerdekaan Kembali Berbasis Budaya Lokal

Minggu, 13 September 2026 - 22:58 WIB

Musda XI RAPI Jawa Timur Digelar di Tretes, Aep Saepudin JZ13JVX Terpilih sebagai Ketua Daerah

Berita Terbaru

FOTO: Agus Dwi Saputra, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Dorong Tenaga Kerja Lokal Terserap Dunia Industri

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11 WIB

FOTO: Penemuan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di area tanah tegal. @by_News9.id

PERISTIWA

Sempat Hilang Dua Hari, Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal

Jumat, 25 Sep 2026 - 23:45 WIB