Terkuak Rekam Jejak Mafia BBM Subsidi Yang Terstruktur di Sumenep

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Praktik jaringan mafia BBM Solar Subsidi yang melibatkan banyak aktor, mulai dari pengendali rekom nelayan hingga pemain besar lintas kabupaten di Madura. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Praktik jaringan mafia BBM Solar Subsidi yang melibatkan banyak aktor, mulai dari pengendali rekom nelayan hingga pemain besar lintas kabupaten di Madura. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan praktik mafia BBM solar subsidi di Kabupaten Sumenep mulai terkuak, kejahatan yang kabarnya terstruktur itu, tidak bergerak sendiri.

Jaringan tersebut diduga melibatkan banyak aktor, mulai dari pengendali rekom nelayan hingga pemain besar lintas kabupaten di Madura.

Informasi yang dihimpun News9.id mengungkap bahwa penguasaan rekom nelayan menjadi kunci utama dalam pengambilan kuota solar subsidi di sejumlah SPBU.

Ironisnya, rekom yang semestinya diperuntukkan bagi nelayan kecil di kepulauan diduga dimanipulasi untuk melayani kepentingan Mafia BBM.

Salah satu nama yang mencuat adalah Agus Setiawan, warga Kecamatan Kalianget yang diduga berperan sebagai pengendali rekom nelayan yang menjadi pintu masuk distribusi solar subsidi secara ilegal.

Agus Setiawan disebut memiliki keterkaitan langsung dengan Rofik alias Rapik, yang diduga bertindak sebagai pembeli utama solar subsidi dalam jaringan tersebut.

Dari pengakuan sumber internal, praktik tersebut telah berlangsung lama dan berjalan rapi.

“Di Sumenep itu ada enam pemain besar solar. Badar asal Bangkalan itu sebagai bos besar yang sanggup menampung BBM solar dalam jumlah besar di Madura, sedangkan Agus Setiawan dan Fausi pengendali semua rekom nelayan di kepualauan, Rofik warga Pasean Kabuapten Pamekasan, dan Umam asal Ketapang Sampang, keduanya merupakan kepanjangan tangan dari bos Badar. Selain itu juga ada Musaleh alias Soleh yang berdomisili di Dusun Oro Timur, Desa Telonta Raja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan,” ungkap sumber berinisial AN, Sabtu (3/1/2026).

AN menambahkan, hampir seluruh SPBU di Sumenep disebut-sebut menggunakan rekom yang dikendalikan Agus Setiawan untuk mendapatkan BBM jenis Solar.

Baca Juga:  Aliansi BEMSU Desak Polres Sumenep Tegas Tangani Lonjakan Kriminalitas

Bahkan, terdapat dugaan keterlibatan oknum ketua asosiasi jurnalis berinisial L, warga Sumenep, yang disebut kerap melakukan intimidasi terhadap SPBU.

“Kalau ada SPBU yang tidak melayani pengisian solar subsidi, mereka direcoki dan diancam akan diberitakan oleh L. Mobil-mobil pengangkut solar itu kebanyakan dari luar Sumenep. Tadi malam saja, Umam Ambil BBM Solar di SPBU milik Pemda,” beber AN, saat itu.

Semua Jejaring tersebut diatas di kendalikan oleh Badar, yang disebut-sebut sebagai “juragan besar” mafia BBM solar subsidi yang selama ini di duga di timbun di tempat Rapik Pasean Pamekasan dan Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan.

Baca Juga:  Peredaran Narkoba di Pulau Masalembu Yang Teroganisir

Perannya diduga sebagai pengendali distribusi dan penampung utama solar subsidi yang disedot dari berbagai wilayah.

Rangkaian itu memperlihatkan dugaan kejahatan terorganisir yang tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak nelayan, dan masyarakat kecil yang bergerak di bidang pertanian.

“Solar subsidi yang seharusnya menjadi hak nelayan justru disedot jaringan mafia untuk bisnis gelap yang bernilai hingga miliaran rupiah,” tegas AN.

Hingga detik ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak yang namanya disebut dalam pusaran dugaan mafia BBM solar subsidi tersebut. Namun, desakan publik agar aparat penegak hukum bertindak tegas tidak hanya jadi penonton.

“Kami mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan dan mengusut tuntas, termasuk menelusuri aliran dana yang diduga menjadi ‘tameng’ kejahatan ini,” tambahnya.

Kasus mafia BBM subsidi jenis solar tersebut kembali menambah catatan kelam penegakan hukum di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Dari Rahim NU ke Islam Berkemajuan: Fikri dan Jejak Intelektual Baru dalam Halaqah Tarjih Muhammadiyah

Selama aktor intelektual dan bos besarnya tidak disentuh, praktik serupa akan terus berulang dengan pola yang sama.

Bahkan, berdasarkan informasi yang berkembang, jaringan tersebut disebut telah masuk dalam pantauan Polda Jawa Timur, termasuk jalur distribusi dan titik-titik persinggahan solar subsidi yang diduga telah “dikantongi” aparat.

“Sekarang tinggal dibuktikan, apakah hukum benar-benar ditegakkan sesuai peraturan yang Berlaku di negara ini atau kembali tumpul di hadapan mafia BBM,” pungkas AN. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dituduh Curi Emas, HP Dirampas: Siasat Culas Kanit Reskrim Polsek Masalembu
ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik
Berawal dari Stalking Medsos, Perempuan Diduga Dianiaya Istri Mantan Kekasih hingga Dibawa Keliling
Kuasa Hukum Pekerja Menangkan Gugatan, Atas Pemecatan Sepihak Oleh PT Sukanda Djaya
Dua Laporan, Satu Terlapor: Penyidikan Polsek Masalembu Diduga Sarat Kejanggalan
Diduga Aniaya Warga, Oknum ASN DPUTR Sumenep Dilaporkan ke Polisi
41 Gram Sabu dan Uang Puluhan Juta Disita, Bandar Narkoba di Masalembu Masih Bebas
Polisi Sebut M Bukan Pelaku, Polsek Masalembu Didesak Buka Fakta
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:14 WIB

ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Berawal dari Stalking Medsos, Perempuan Diduga Dianiaya Istri Mantan Kekasih hingga Dibawa Keliling

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Kuasa Hukum Pekerja Menangkan Gugatan, Atas Pemecatan Sepihak Oleh PT Sukanda Djaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Dua Laporan, Satu Terlapor: Penyidikan Polsek Masalembu Diduga Sarat Kejanggalan

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Diduga Aniaya Warga, Oknum ASN DPUTR Sumenep Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB