Manisnya Sunnah di Ujung Senja

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Buah kurma manis yang penuh berkah dan Air sebagai bentuk kesederhanaan yang menenangkan. @by_News9.id

FOTO: Buah kurma manis yang penuh berkah dan Air sebagai bentuk kesederhanaan yang menenangkan. @by_News9.id

OPININEWS9 – Ramadan selalu menghadirkan momen sakral di setiap detik menjelang magrib.

Langit yang memerah, adzan yang menggema, dan tangan-tangan yang menengadah dalam doa, menjadi potret kerinduan umat Islam pada keberkahan.

Namun di balik tradisi berbuka yang kian beragam, ada satu sunnah sederhana yang sering terlupakan yaitu berbuka dengan yang manis, sebagaimana dianjurkan Rasulullah SAW.

Dalam riwayat hadits, Rasulullah SAW dikenal menyegerakan berbuka dengan kurma sebelum melaksanakan salat Magrib.

Jika tidak ada kurma, beliau meminum air. Kesederhanaan itu bukan sekadar kebiasaan, melainkan tuntunan yang sarat hikmah.

Selain rasanya manis alami, kurma mengandung gula sederhana yang cepat diserap tubuh setelah seharian berpuasa.

Baca Juga:  Aktivis atau Pelacur Moral? Ketika Perlawanan Dijual Murah

Secara medis, kurma membantu mengembalikan energi secara instan tanpa membebani lambung yang kosong.

Lebih dari itu, kurma adalah simbol keberkahan. Rasulullah SAW bersabda bahwa rumah yang tidak ada kurmanya seperti rumah yang tidak ada makanan.

Dalam konteks berbuka, kurma bukan sekadar santapan, tetapi pengingat akan kesederhanaan dan kecukupan.

Jika kurma tidak tersedia, Rasulullah memilih air putih. Tidak ada sirup warna-warni, tidak ada minuman berlebihan. Air menjadi pemulih alami yang membersihkan dahaga dan menyejukkan tubuh.

Di tengah tren minuman manis beraneka rasa saat Ramadan, sunnah ini terasa menampar bahwa berbuka bukan ajang pelampiasan, melainkan momen syukur. Manisnya bukan pada kadar gula, tetapi pada niat dan kesadaran.

Baca Juga:  Satgas TMMD ke-123 Kodim 0821/Lumajang Bersama Kasat Binmas Polres Lumajang Gelar Penyuluhan Kamtibmas di Desa Burno

Hari ini, meja berbuka seringkali penuh dengan gorengan, es campur, kolak berlimpah gula, hingga minuman bersoda. Semua sah-sah saja selama halal dan tidak berlebihan.

Namun pertanyaannya, apakah kita masih menempatkan sunnah sebagai prioritas, atau justru sekadar pelengkap?

Berbuka dengan yang manis ala Rasulullah mengajarkan tiga hal penting:

  1. Kesederhanaan – Tidak berlebihan.
  2. Kesehatan – Mengutamakan yang alami dan menyehatkan.
  3. Kesegeraan – Menyegerakan berbuka saat waktunya tiba.

Di sinilah nilai spiritual bertemu dengan nilai kesehatan. Sunnah bukan hanya ritual, tetapi juga solusi.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Diduga Lalai, PJU Mati di Perbatasan Gapura–Batang Batang

Berbuka dengan kurma dan air mungkin tampak sederhana, bahkan biasa. Namun di situlah letak keistimewaannya.

Ia mengajarkan pengendalian diri setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Ia menanamkan rasa cukup di tengah godaan konsumtif.

Ramadan sejatinya bukan tentang seberapa mewah hidangan berbuka, tetapi seberapa dalam kita menyerap maknanya.

Manisnya kurma adalah simbol manisnya ketaatan dan segarnya air adalah lambang bersihnya hati.

Mari kembali pada sunnah. Karena seringkali, yang sederhana justru membawa keberkahan yang luar biasa. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak
Penjahat Bernama Prabowo
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:47 WIB

Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB