Pengawasan LPG Subsidi Diperketat, Polisi Pastikan Distribusi Nasional Tepat Sasaran

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Satreskrim Polresta Banyuwangi saat melakukan inspeksi langsung ke SPPBE. @by_News9.id

FOTO: Satreskrim Polresta Banyuwangi saat melakukan inspeksi langsung ke SPPBE. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Upaya pengawasan distribusi energi bersubsidi terus diperkuat aparat penegak hukum di berbagai daerah.

Salah satunya dilakukan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi yang melakukan inspeksi langsung ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) sebagai bagian dari pengawasan rantai pasok LPG 3 kilogram secara nasional.

Langkah rersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian distribusi LPG subsidi yang selama ini kerap menjadi sorotan, mulai dari persoalan kelangkaan, ketidaktepatan sasaran, hingga dugaan penyimpangan di tingkat distribusi.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, menegaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kondisi distribusi masih dalam batas aman dan sesuai standar teknis yang ditetapkan.

“Dari hasil pemantauan langsung, baik dari sisi pengisian, kualitas tabung, hingga sistem distribusi, semuanya masih berjalan sesuai prosedur. Tidak ditemukan indikasi pelanggaran seperti pengurangan isi maupun pengoplosan,” ujarnya.

Meski demikian, pengawasan tidak berhenti pada aspek teknis semata. Aparat juga menyoroti persoalan klasik dalam distribusi LPG subsidi, yakni penyalahgunaan oleh sektor usaha non-sasaran.

Baca Juga:  Diduga Gunakan Setoran Pajak Oknum Kasun di Desa Tukum Kembalikan Uang Setoran Selesai Urusannya

Secara nasional, LPG 3 kilogram memang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan penggunaan oleh pelaku usaha menengah hingga besar yang berpotensi menggerus kuota subsidi.

“Ini yang menjadi perhatian serius. LPG subsidi bukan untuk usaha besar. Jika tidak diawasi, maka distribusi akan melenceng dari tujuan awalnya,” tegas Lanang.

Data kuota LPG 3 kilogram di Banyuwangi tahun 2026 tercatat mencapai lebih dari 18 juta tabung. Realisasi penyaluran hingga triwulan pertama bahkan telah melampaui target berjalan (year to date), yang menunjukkan tingginya konsumsi di masyarakat.

Baca Juga:  Kapal Slerek KM Mulya Karam Dihantam Gelombang Tinggi, di Perairan Camplong

Fenomena ini dinilai mencerminkan dua sisi sekaligus: di satu sisi menunjukkan kebutuhan energi masyarakat yang tinggi, namun di sisi lain juga membuka potensi kebocoran distribusi jika tidak diawasi secara ketat.

Baca Juga:  Deklarasi P3NA Dukung Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jawa Timur

Dalam konteks nasional, pemerintah bersama aparat penegak hukum terus mendorong sistem distribusi berbasis pengawasan berlapis, mulai dari agen, pangkalan, hingga pengecer. Digitalisasi distribusi dan pengetatan regulasi juga menjadi langkah yang terus dikembangkan.

Polresta Banyuwangi memastikan akan terus melakukan patroli, pemantauan, serta penindakan hukum terhadap pelanggaran seperti penimbunan, penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), hingga praktik pengoplosan.

“Pengawasan ini bukan hanya untuk menjaga stok tetap aman, tetapi juga memastikan subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026
Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang
Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda
Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak
Ajak Warga Semarakkan HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Bagikan Bendera Merah Putih ke ASN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB