Media Resilience Theory, Radio Jangkar Kebenaran

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPM - Praktisi, pengajar media Radio & SDM. @by_News9.id

FOTO: Aries Widojoko, S.Kom. M.M. CPM - Praktisi, pengajar media Radio & SDM. @by_News9.id

OPININEWS9 – Dalam lanskap komunikasi digital, fenomena information overload di media sosial memicu krisis epistemik akibat maraknya disinformasi.

Di tengah ketidakpastian ini, gagasan dalam Media Resilience Theory memosisikan kembali radio sebagai jangkar kebenaran dan instrumen pertahanan nasional yang realistis.

Berbeda dengan platform berbasis algoritma yang rentan manipulasi, radio mempertahankan otoritasnya melalui jurnalisme yang terverifikasi dan regulasi penyiaran yang ketat.

Baca Juga:  Relevansi 'The Right Man On The Right Place' di Era AI dan Polemik Ketenagakerjaan Indonesia

Secara ilmiah, ketahanan radio bertumpu pada arsitektur teknis dan aspek psikologis pendengar. Dari dimensi pertahanan, infrastruktur pemancar radio analog (FM/AM) memiliki enkripsi dan ketahanan fisik yang tinggi terhadap serangan siber maupun kelumpuhan total jaringan internet saat bencana.

Baca Juga:  Saat Lebaran Datang Dua Kali, Apakah Kita Bisa Bahagia Lagi?

Radio bertindak sebagai garis pertahanan informasi hulu yang memastikan komando serta instruksi kedaruratan negara tetap tersampaikan ke lapisan masyarakat paling terpencil.

Secara sosiologis, hubungan audiens dengan radio bersifat parasocial yang berbasis kepercayaan (trust).

Suara manusia yang dimoderasi secara profesional memberikan rasa aman kolektif yang gagal dihadirkan oleh teks anonim di media sosial.

Baca Juga:  Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan "Londo Ireng"

Oleh karena itu, relevansi radio tidak memudar; media ini berevolusi menjadi instrumen strategis negara untuk meredam kepanikan publik, menyaring hoaks, dan menjaga stabilitas nasional di era pascakebenaran (post-truth). ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak
Penjahat Bernama Prabowo
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:47 WIB

Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB