Proyek BK Desa Ratusan Juta di Tanahmerah Saronggi Diduga Asal Jadi

- Redaktur

Senin, 7 September 2026 - 05:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kondisi aspal bersumber dari Bantuan Keuangan Desa (BKD) TA.2026, @by_News9.id

FOTO: Kondisi aspal bersumber dari Bantuan Keuangan Desa (BKD) TA.2026, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Proyek pengaspalan jalan di Desa Tanahmerah, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga asal jadi.

Pasalnya, pekerjaan yang relatif baru tersebut mulai menunjukkan kerusakan pada sejumlah bagian permukaan jalan.

Pantauan tim di lapangan terlihat adanya bagian aspal yang mengalami pengelupasan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pekerjaan, mulai dari material yang digunakan, proses pelaksanaan, hingga kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Desa (BKD) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai sekitar Rp100 juta.

Baca Juga:  Kapolsek Laren Pimpin Pengamanan Gabungan Malam Takbiran Idul Adha 2025

Infrastruktur yang dibangun menggunakan uang negara semestinya memiliki kualitas dan ketahanan sesuai perencanaan serta standar teknis yang berlaku.

Diberitakan Globalindo.net, Kepala Desa Tanahmerah, Budi Setiawan, membantah bahwa proyek pengaspalan tersebut merupakan miliknya.

“Bukan milik saya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (2/9/2026).

Kades Wawan sapaan akrabnya juga menyebut proyek tersebut merupakan milik seorang oknum LSM berinisial HO.

Di sisi lain, seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan turut menyoroti kondisi tersebut.

Baca Juga:  Korban Tenggelam Mengapung 400 Meter dari Pelabuhan Aenganyar

Menurutnya, kerusakan pada pekerjaan yang masih tergolong baru patut menjadi bahan evaluasi serius, terlebih apabila proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah.

“Jika proyek menggunakan anggaran pemerintah, masyarakat berhak mengetahui secara terang benderang siapa pihak yang bertanggung jawab, siapa pelaksana kegiatan, bagaimana mekanisme penunjukannya, serta bagaimana anggaran tersebut direalisasikan,” tegasnya.

Tokoh tersebut bahkan menyatakan akan menindaklanjuti temuan itu kepada Inspektorat Kabupaten Sumenep agar dilakukan pemeriksaan teknis dan audit secara objektif.

“Proyek senilai Rp100 juta ini layak diperiksa secara objektif. Mulai dari dokumen perencanaan, sumber dan mekanisme anggaran, pihak pelaksana, volume serta spesifikasi pekerjaan, hingga kualitas material dan proses pengerjaan di lapangan,” tegasnya.

Dia menambahkan, Bantuan Keuangan Khusus yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep pada prinsipnya merupakan uang rakyat.

“Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai melalui skema tersebut semestinya dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan menghasilkan infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Nola

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distribusi Bapang Serentak di Kecamatan Kromengan Banyak Belum Tepat Sasaran 
Dinkes-P2KB Sumenep Dinilai Tak Becus Kelola Pelayanan Faskes Puskesmas Masalembu
Masyarakat Desa Ranupane Untuk Tetap Waspada Terhadap Perkembangan Karhutla
Dinkes-P2KB Sumenep Dituding Melindungi Kapus Masalembu
Pemdes Cermo dan Pokmas PTSL 2021 Tindaklanjuti Aduan Warga, Persoalan Sertifikat Mulai Mendapat Kejelasan
Take Over Kredit Ahli Waris, Bank Jatim Kangean Didesak Buka Dokumen
Sertifikat PTSL Diklaim Lunas Sejak 2021 Tak Kunjung Diterima, Warga Cermo Keluhkan Birokrasi “Bola Pingpong”
Warga Batang-Batang Temukan Mayat Perempuan Terbakar di Tengah Tegalan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 05:28 WIB

Proyek BK Desa Ratusan Juta di Tanahmerah Saronggi Diduga Asal Jadi

Jumat, 4 September 2026 - 21:19 WIB

Dinkes-P2KB Sumenep Dinilai Tak Becus Kelola Pelayanan Faskes Puskesmas Masalembu

Kamis, 3 September 2026 - 07:27 WIB

Masyarakat Desa Ranupane Untuk Tetap Waspada Terhadap Perkembangan Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 18:49 WIB

Dinkes-P2KB Sumenep Dituding Melindungi Kapus Masalembu

Rabu, 2 September 2026 - 09:30 WIB

Pemdes Cermo dan Pokmas PTSL 2021 Tindaklanjuti Aduan Warga, Persoalan Sertifikat Mulai Mendapat Kejelasan

Berita Terbaru