SUMENEP, NEWS9 – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) Koordinator Daerah Sumenep menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Sumenep, Rabu (13/8/2025).
Mereka menuntut kepolisian segera menuntaskan sejumlah kasus korupsi besar yang dinilai mandek tanpa kejelasan.
Aksi tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga 14.15 WIB.
Sepanjang aksi, Kapolres Sumenep AKBP Rivanda maupun Kasat Reskrim tidak hadir menemui massa.
“Kami datang bukan untuk konfrontasi, tapi untuk duduk bersama dan mendengar langsung penjelasan Kapolres maupun Kasat Reskrim. Sudah bertahun-tahun, banyak kasus besar di Sumenep yang penanganannya jalan di tempat,” tegas Koordinator Lapangan, Rabith Watsiqi, di tengah orasi.
Dalam tuntutannya, Dear Jatim menyebut enam kasus korupsi yang harus segera diusut tuntas:
1. Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung KIHT Tahap 1 (2021) – Proyek Rp9,62 miliar bermasalah ditemukan retakan konstruksi, dugaan pelanggaran teknis, hingga rekanan tanpa bukti kepemilikan bangunan.
2. Dugaan Korupsi Tunjangan Profesi Guru (TPG) Sertifikasi & Non-Sertifikasi (2020–2021) – Dana miliaran rupiah diduga didepositokan atau diselewengkan sebelum disalurkan.
3. Penyelewengan Anggaran Dinas PUTR Sumenep (2022) – Temuan BPK fee proyek 30%, pekerjaan amburadul, dan aset tanah dinas dikuasai pihak pribadi.
4. Dugaan Korupsi Dana Pokir DPRD (2021–2023) – Indikasi jual beli proyek, pekerjaan fiktif, dan program tumpang tindih dengan kerugian negara puluhan miliar rupiah.
5. Pemotongan Dana Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) – Bantuan Rp5 juta per penerima dipotong hingga tersisa Rp1 juta tanpa dasar hukum.
6. Dugaan Korupsi di Bank Jatim Cabang Sumenep (2019) – Penyalahgunaan fasilitas EDC untuk transaksi fiktif dengan kerugian hingga Rp22 miliar.
Rabith juga menyoroti inkonsistensi penanganan kasus di tubuh Satreskrim Polres Sumenep.
“Tahun 2023, Unit Tipikor sempat menetapkan enam tersangka dalam kasus proyek Dinas Kesehatan. Tapi, kasus besar lainnya justru dibiarkan redup,” ujarnya.
Kabag Ops Polres Sumenep, AKP Junaidi, yang menemui massa menjelaskan bahwa Kapolres sedang berada di luar kota, sementara Kasat Reskrim berada di Surabaya.
“Kanit Pidkor saat ini ada di Gapura,” katanya singkat di hadapan pendemo.
Aksi berjalan tertib hingga bubar pada sore hari. Namun, Dear Jatim menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan eskalasi lebih besar jika tuntutan mereka kembali diabaikan. ***













>