Di Depan Bupati Mantan Presiden Mahasiswa UGM Bongkar Bahaya Politik Uang dan Korupsi

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Forum diskusi yang digelar di Auditorium Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi. @by_News9.id

FOTO: Forum diskusi yang digelar di Auditorium Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Forum diskusi bertema “Peran Pemuda Mengkritisi Kebijakan” yang digelar di Auditorium Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi, Senin (8/6), berlangsung dinamis.

Ratusan mahasiswa, aktivis, dan masyarakat umum memadati ruangan untuk mengikuti pemaparan yang disampaikan mantan Presiden Mahasiswa UGM, Tiyo Ardianto.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, beserta sejumlah pejabat daerah.

Kehadiran kepala daerah di tengah forum kritik dan diskusi publik dinilai menjadi bentuk keterbukaan terhadap berbagai pandangan yang berkembang di masyarakat.

Dalam paparannya, Tiyo menyoroti sejumlah persoalan politik nasional, mulai dari proses demokrasi, praktik politik uang, hingga potensi korupsi yang menurutnya berkaitan erat dengan tingginya biaya politik dalam kontestasi pemilu.

Ia menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 Tahun 2023 yang menurutnya menjadi salah satu momentum penting yang memengaruhi dinamika politik nasional.

Baca Juga:  Terdakwa Tipikor, Riwayat Hukum Pejabat Diskominfo Sumenep

Tiyo berpendapat bahwa proses politik harus dibangun di atas prinsip etika dan kepatuhan terhadap aturan agar menghasilkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kalau pondasinya dibangun dengan cara yang tidak sesuai aturan dan etika, maka akan sulit menghasilkan pemerintahan yang benar-benar dipercaya masyarakat,” ujar Tiyo di hadapan peserta forum.

Pembahasan kemudian mengarah pada tingginya biaya politik dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada.

Menurut Tiyo, besarnya dana yang beredar selama proses kontestasi politik berpotensi memunculkan persoalan serius ketika kandidat yang terpilih berupaya mengembalikan modal politik yang telah dikeluarkan.

Ia mencontohkan berbagai kebutuhan pembiayaan selama masa kampanye, mulai dari alat peraga, operasional tim, saksi, hingga berbagai aktivitas politik lainnya yang membutuhkan dana besar.

Baca Juga:  Ratusan Santri Yayasan Al Hikmah Latih Kemstri 2024

Dalam kesempatan itu, Tiyo juga menyampaikan pandangannya bahwa praktik politik uang menjadi salah satu akar persoalan korupsi di Indonesia.

Menurutnya, calon pemimpin yang mengeluarkan biaya besar untuk memenangkan pemilihan memiliki risiko lebih besar untuk mencari cara mengembalikan modal tersebut ketika telah menduduki jabatan publik.

“Ketika biaya politik sangat tinggi, maka godaan untuk memanfaatkan jabatan demi mengembalikan modal juga semakin besar. Di situlah potensi korupsi muncul,” katanya.

Tak hanya mengkritisi para elite politik, Tiyo juga mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi.

Ia menilai praktik politik uang tidak akan pernah hilang apabila masih ada masyarakat yang bersedia menerima imbalan dalam bentuk uang atau barang untuk menentukan pilihan politiknya.

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan demokrasi yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh warga negara sebagai pemilih.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Tinjau Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi

Di akhir diskusi, Tiyo mengajak generasi muda untuk lebih kritis dalam mengawasi jalannya pemerintahan serta aktif mengawal proses demokrasi agar berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Forum tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat. Sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan kritik terkait berbagai persoalan kebijakan publik.

Kehadiran Bupati Banyuwangi dalam forum tersebut menjadi sorotan tersendiri. Di tengah berbagai kritik yang disampaikan narasumber, suasana diskusi tetap berlangsung terbuka dan kondusif.

Bagi banyak peserta, forum itu menjadi ruang dialog yang menunjukkan pentingnya komunikasi antara masyarakat, pemuda, dan pemerintah dalam membangun daerah yang lebih baik. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak
Ajak Warga Semarakkan HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Bagikan Bendera Merah Putih ke ASN
TIHT 2026 Naik, Bupati Sumenep Perkuat Sinergi Petani dan Industri Rokok
KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak
Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah
PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Ajak Warga Semarakkan HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Bagikan Bendera Merah Putih ke ASN

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:35 WIB

TIHT 2026 Naik, Bupati Sumenep Perkuat Sinergi Petani dan Industri Rokok

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:10 WIB

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak

Berita Terbaru

FOTO: Wabup Sumenep KH Imam Hasyim (kanan), Sekdakab Agus Dwi Saputra (tengah), dan Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto (kiri), pada evaluasi SAKIP 2026, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Birokrasi Berbasis Kinerja

Selasa, 4 Agu 2026 - 06:33 WIB

FOTO: Fauzi As. @by_News9.id

OPINI

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:56 WIB

FOTO: Rumah korban berinisial M yang dilaporkan menghilang di Pelabuhan. @by_News9.id

PERISTIWA

Korban Tenggelam Mengapung 400 Meter dari Pelabuhan Aenganyar

Senin, 3 Agu 2026 - 19:12 WIB