Ayah Tersangka Kasus Yuvita Buka Fakta Masa Lalu Anaknya ke Dedi Mulyadi

- Redaktur

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Taufik Hidayat (kanan), tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita, @by_News9.id

FOTO: Taufik Hidayat (kanan), tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita, @by_News9.id

BANDUNG, NEWS9 – Di tengah bergulirnya proses hukum kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita (29), perhatian publik kembali tertuju pada sebuah video yang memperlihatkan ayah tersangka, Taufik Hidayat (30), berbincang dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Video yang diunggah melalui akun Instagram @dedimulyadi71 itu viral dan memicu beragam tanggapan dari warganet.

Awalnya, percakapan tersebut membahas kehidupan pribadi Taufik. Namun, pengakuan sang ayah yang akrab disapa Pak Tata justru membuka ruang diskusi mengenai pola asuh, hubungan orang tua dan anak, hingga pengaruh kondisi keluarga terhadap perjalanan hidup seseorang.

Dalam video tersebut, Pak Tata mengungkapkan hubungan dengan putranya telah lama diwarnai konflik.

Taufik, yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, disebut beberapa kali tersangkut persoalan hukum hingga akhirnya diminta meninggalkan rumah.

“Saya yang mengusirnya,” ujar Pak Tata dalam perbincangan tersebut.

Ia juga mengaku pernah menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan putranya.

Baca Juga:  Korban Pelecehan Seksual di UNIBA Madura Mengadu ke Komnas Perempuan, Dear Jatim Desak Rektor Diperiksa

Menurut pengakuannya, saat sedang bekerja di sawah, Taufik sempat memukulnya menggunakan sebatang kayu hingga dua warga datang untuk melerai.

Pengakuan itu sontak menjadi perhatian publik karena dinilai memberikan gambaran mengenai kehidupan Taufik sebelum namanya dikaitkan dengan perkara yang kini sedang diproses aparat penegak hukum.

Di media sosial, sejumlah warganet kemudian membahas dinamika keluarga Taufik, termasuk perbedaan pola pengasuhan kedua orang tuanya.

Beredar pula narasi mengenai kondisi ekonomi keluarga serta konflik internal yang telah berlangsung cukup lama.

Baca Juga:  Misteri di Balik Foto DPO Maya Puspitasari Kasus Bank Jatim

Selain itu, muncul informasi yang menyebut istri Pak Tata meninggal dunia pada 2024 setelah mengalami tekanan batin akibat persoalan keluarga.

Namun, informasi tersebut berasal dari pengakuan keluarga dan unggahan di media sosial sehingga belum dapat diverifikasi secara independen.

Karena itu, latar belakang keluarga tidak dapat dijadikan dasar untuk menjelaskan ataupun membenarkan dugaan tindak pidana yang kini sedang diproses oleh aparat penegak hukum.

Viralnya video tersebut juga memunculkan ribuan komentar. Sebagian warganet menyampaikan simpati kepada Pak Tata yang dinilai telah berupaya membimbing anaknya.

Sementara yang lain berpendapat bahwa orang tua tidak selalu mampu mengendalikan pilihan hidup anak ketika telah dewasa.

Baca Juga:  Sudah Dimapping, Bandar Narkoba di Masalembu Makin Menggila

Di sisi lain, tidak sedikit yang mengingatkan agar perhatian publik tetap berfokus pada korban serta proses hukum yang masih berjalan.

Perdebatan kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai sejauh mana pola asuh memengaruhi pembentukan karakter seseorang.

Sebagian meyakini lingkungan keluarga memiliki peran penting, sementara lainnya menegaskan bahwa setiap individu tetap harus bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Meski pengakuan Pak Tata memberikan gambaran mengenai kehidupan pribadi keluarga tersangka, keterangan tersebut tidak mengubah substansi perkara pidana yang saat ini tengah ditangani aparat penegak hukum.

Hingga kini, proses hukum tetap mengacu pada alat bukti, hasil penyidikan, serta pembuktian di persidangan, bukan pada latar belakang kehidupan keluarga tersangka. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Tambang Ilegal dan Penyerobotan Hutan, Polres Probolinggo Tegaskan Usut Sesuai Hukum
Pohon Siwalan Ditebang, Asmawi Berdalih Bukan Koordinator Lisdes
Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan
Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia
Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram
Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi
Dituduh Curi Emas, HP Dirampas: Siasat Culas Kanit Reskrim Polsek Masalembu
ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Dugaan Tambang Ilegal dan Penyerobotan Hutan, Polres Probolinggo Tegaskan Usut Sesuai Hukum

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Pohon Siwalan Ditebang, Asmawi Berdalih Bukan Koordinator Lisdes

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Berita Terbaru

FOTO: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang saat membagikan bendera merah putih. @by_News9.id

DAERAH

Momen HUT RI, Polisi Sampang Bagikan Bendera dan Edukasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:35 WIB

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB