SAMPANG, NEWS9 – Proyek irigasi senilai Rp195 juta di Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Sampang, kini disorot aktivis karena diduga tak sesuai spesifikasi teknis.
Program P3-TGAI yang bersumber dari APBN itu dikelola P3A Plakaran Hijau dan menjadi tumpuan harapan petani setempat.
Aktivis Sampang, Moh. Zen, menemukan pasangan batu longgar dan tanpa mortar di sisi barat saluran usai meninjau lokasi.
“Batu terlihat renggang, masih ada rongga, bahkan beberapa bagian tidak terikat mortar sama sekali,” ujar Moh. Zen.
Ia mendesak Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) mengoptimalkan pengawasan agar potensi penyimpangan kualitas bisa dicegah sejak awal.
Hingga berita ini terbit, Ketua P3A dan TPM belum memberikan tanggapan atas temuan yang disampaikan aktivis tersebut. ***
Penulis : Sup
Editor : Seno CS












