Lagu Kebangsaan Bukan Sekadar Irama Melainkan Simbol Perjuangan Para Pahlawan

- Penulis

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Bupati Lumajang Indah Amperawati, saat menggelar Sarasehan Refleksi Akhir Tahun Kerjasama Dengan Forum Perguruan Tinggi Swasta Lumajang (FPTSL). @by_News9.id

FOTO: Bupati Lumajang Indah Amperawati, saat menggelar Sarasehan Refleksi Akhir Tahun Kerjasama Dengan Forum Perguruan Tinggi Swasta Lumajang (FPTSL). @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Hormati Indonesia Raya, Hormati Jiwa Bangsa, ditegaskan bupati Lumajang saat gelar Sarasehan Refleksi Akhir Tahun Kerjasama Dengan Forum Perguruan Tinggi Swasta Lumajang (FPTSL).

Setiap kali nada megah Indonesia Raya mengalun, seharusnya hati kita ikut bergetar.

Lagu kebangsaan bukan sekadar irama, melainkan simbol perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa demi kemerdekaan, Selasa (23/12/2025).

Diungkapkan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bahwa dirinya sangat menyayangkan kesadaran warga terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Sayangnya, kesadaran warga kita untuk menghormatinya masih jauh dari ideal. Banyak yang terlihat berdiri sambil asyik main ponsel, mengobrol, atau bahkan duduk santai saat upacara bendera, baik di sekolah, stadion, maupun acara resmi. Fenomena ini mencerminkan erosi nilai nasionalisme di tengah gempuran budaya instan era digital,” ungkap Bupati Indah.

Data dari Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa pelanggaran etika upacara bendera masih sering terjadi di kalangan pelajar, hal itu bukan hanya masalah disiplin, tapi kegagalan kolektif dalam menanamkan rasa bangga berbangsa.

Baca Juga:  Sertijab Polresta Banyuwangi: Penyegaran Organisasi dan Penguatan Kinerja

Padahal, menghormati lagu kebangsaan Indonesia Raya semudah berdiri tegak, diam, dan meletakkan tangan di dada.

Tindakan sederhana itu memperkuat ikatan emosional kita dengan sejarah dan satu sama lain.

Pemerintah, sekolah, dan tokoh masyarakat harus gencar mengkampanyekan edukasi ini melalui media sosial dan kurikulum.

Baca Juga:  Surat Untuk Pemuda dan Mahasiswa Madura

Lebih dari itu, mari kita introspeksi: apakah kita masih layak menyebut diri anak bangsa jika simbol kebangsaan kita diperlakukan seenaknya?.

“Menghormati lagu Indonesia Raya bukan kewajiban formal, tapi panggilan hati untuk menjaga api semangat kemerdekaan tetap menyala. Saatnya kita bangkit, berdiri lurus, dan nyanyikan dengan penuh jiwa untuk Indonesia yang lebih bangga. Sebagai bupati, saya prihatin melihat masih banyak warga yang kurang sadar saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan, baik di upacara bendera, pertandingan olahraga, maupun acara resmi lainnya,” ujar Bupati Indah.

“Banyak yang terlihat duduk, mengobrol, atau sibuk dengan ponsel, padahal ini adalah momen sakral yang melambangkan perjuangan para pahlawan kita. Menghormati Indonesia Raya bukan sekadar protokol, tapi bentuk cinta tanah air yang harus tertanam dalam jiwa setiap warga. Di Lumajang kita telah catatkan kasus serupa di sekolah dan stadion lokal. Oleh karena itu, mulai hari ini, Pemkab akan luncurkan kampanye ‘Berdiri Tegak untuk Indonesia’, bekerja sama dengan sekolah, camat, dan tokoh masyarakat. Mari kita wujudkan kesadaran kolektif. Berdiri lurus, letakkan tangan di dada, dan rasakan getar semangat kemerdekaan. Indonesia Raya bukan hanya lagu, tapi denyut nadi bangsa kita. Terima kasih,” pungkas Bupati Indah Amperawati. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep
Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting
Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”
PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting
Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang
Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029
Puncak Harkopnas ke-79 Ribuan Masyarakat Pamekasan mengikuti JJS
Polsek dan Wartawan Tambelangan Jalin Sinergi Lewat Piramida
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:08 WIB

PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:28 WIB

Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting

Senin, 27 Juli 2026 - 23:28 WIB

PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting

Senin, 27 Juli 2026 - 23:19 WIB

Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang

Senin, 27 Juli 2026 - 11:32 WIB

Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029

Berita Terbaru

FOTO: Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, @by_News9.id

DAERAH

Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:28 WIB

FOTO: (ilustrasi) Terpidana kekerasan anak, Mas’oda, warga Desa Batuputih Daya, saat menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Terpidana Kekerasan Anak Akhirnya Menyerahkan Diri ke Kejari Sumenep

Jumat, 31 Jul 2026 - 17:50 WIB