BeritaDaerah

Empat Lokasi di Lumajang Berhasil Meraih Penghargaan Proklim 2025 di Ajang Jatim Environment Community Award 2025

177
×

Empat Lokasi di Lumajang Berhasil Meraih Penghargaan Proklim 2025 di Ajang Jatim Environment Community Award 2025

Sebarkan artikel ini
Empat Lokasi Di Lumajang Berhasil Meraih Penghargaan Proklim 2025 Di Ajang Jatim Environment Community Award 2025
FOTO: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, bersama Penerima Penerima Penghargaan. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Empat lokasi di Lumajang berhasil meraih Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2025 dalam ajang Jatim Environment Community Award 2025.

Hal tersebut adalah komitmen yang ditunjukkan kabupaten Lumajang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui pendekatan berbasis masyarakat sebagai bentuk pengakuan atas aksi nyata pengendalian dampak perubahan iklim di tingkat tapak.

Empat lokasi penerima penghargaan tersebut meliputi Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Desa Sidorejo Kecamatan Rowokangkung, Desa Sumberurip Kecamatan Pronojiwo, serta RW 06 Kepuharjo kecamatan Lumajang.

Keempatnya dinilai mampu menggerakkan partisipasi warga dalam mengelola lingkungan sekaligus meningkatkan ketangguhan menghadapi risiko iklim.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Nukholis, pada Rabu (24/12/2025).

Penghargaan diserahkan langsung di Gedung Graha Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan di bidang lingkungan hidup dari berbagai wilayah.

Program Kampung Iklim merupakan program nasional yang dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam melaksanakan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Program ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga keseimbangan lingkungan di wilayahnya masing-masing.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat Lumajang dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui langkah-langkah konkret dan terukur.

“Berbagai upaya telah dilakukan oleh masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah berbasis komunitas, penguatan ketahanan pangan keluarga, konservasi sumber daya alam, hingga langkah-langkah pengurangan risiko bencana di tingkat lokal”, ujar Hertutik.

Menurutnya, praktik-praktik tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga meningkatkan kemandirian dan daya tahan masyarakat terhadap ancaman iklim yang semakin nyata, seperti cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen untuk terus memperkuat pendampingan, pembinaan, dan sinergi lintas sektor agar pelaksanaan Program Kampung Iklim dapat berkembang lebih luas dan direplikasi di wilayah lain.

“Ketangguhan menghadapi perubahan iklim tidak bisa dibangun secara instan. Ia tumbuh dari kesadaran, kebiasaan, dan gotong royong masyarakat. Inilah semangat yang ingin terus kami dorong di Lumajang. Capaian ini sekaligus pengendalian dampak perubahan iklim akan efektif ketika dimulai dari komunitas, dengan dukungan kebijakan dan pendampingan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah”, pungkas Hertutik. ***

Tinggalkan Balasan

>