100 Hari Pemerintahan Fauzi-Imam, AMS Desak Evaluasi Total Pemkab Sumenep

- Redaktur

Selasa, 20 Mei 2025 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Sumenep. @by_News9.id

Foto: Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Senin (19/5/2025).

Aksi tersebut sebagai bentuk evaluasi terhadap 100 hari kerja Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan Wakil Bupati Imam Hasyim.

Dalam aksi tersebut, massa menilai pemerintahan Fauzi-Imam belum menunjukkan perubahan maksimal dalam merealisasikan janji-janji kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketegangan sempat terjadi saat massa aksi mencoba memasuki area kantor Pemkab.

Saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian pun tak terhindarkan, meski situasi akhirnya dapat dikendalikan.

Abd Halim, Koordinator aksi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Pemkab Sumenep.

Baca Juga:  Ultimatum Tiga Hari! Pemkab Sumenep Tertibkan PKL di Zona Merah Jalan Raya Pabian

Menurutnya, slogan “Bismillah Melayani” yang menjadi identitas pemerintah saat ini hanya sekadar retorika.

“Dalam 100 hari ini, kami tidak melihat adanya perubahan substansial. Pelayanan publik masih buruk, pembangunan belum merata, dan penegakan hukum tidak menunjukkan perbaikan. Ini jauh dari janji kampanye mereka,” tegas Halim.

AMS juga menyoroti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggap gagal menjalankan fungsi pelayanan publik:

Dinas PUTR dinilai lamban dalam memperbaiki infrastruktur jalan poros kabupaten yang masih banyak mengalami kerusakan berat.

Disbudporapar dikritik karena minimnya kegiatan yang menyentuh masyarakat, terutama di wilayah kepulauan.

Pelayanan terhadap pemuda dinilai tidak mencerminkan semangat “Bismillah Melayani”.

Baca Juga:  Warga Binaan dan Pramuka Ikuti Wawasan Kebangsaan di Rutan Kraksaan

Dinas Sosial disebut lalai dalam pendistribusian bantuan kepada musala, karena bantuan tidak tepat sasaran akibat lemahnya pengawasan.

Selain itu, AMS menilai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PT WUS dan PT Sumekar tidak berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah, malah menjadi beban APBD.

“Bupati dan Wakil Bupati tidak hanya absen secara fisik, tetapi juga gagal menghadirkan kepemimpinan yang melayani. Banyak OPD tidak mampu menerjemahkan semangat pelayanan itu dalam kerja nyata,” tambah Halim.

Aksi tersebut berakhir tanpa adanya perwakilan dari Bupati maupun Wakil Bupati yang menemui massa.

Dimana hal tersebut menambah kekecewaan peserta aksi.

“Kami datang untuk menyampaikan keresahan rakyat. Tapi tidak satu pun dari pimpinan daerah yang menemui kami. Ini menunjukkan lemahnya komitmen mereka terhadap pelayanan publik,” ujar Halim.

AMS menegaskan akan terus mengawal jalannya pemerintahan dan mengancam akan melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka diabaikan.

Baca Juga:  Dari Pesantren ke Birokrasi, Wabup Imam Hasyim Dorong Santri Jadi Teladan Integritas

Berikut tiga tuntutan utama AMS:

1. Realisasi seluruh program unggulan dalam waktu tiga bulan.

2. Pembubaran BUMD yang menjadi beban APBD.

3. Evaluasi total terhadap OPD yang tidak mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“‘Bismillah Melayani’, publik menanti bukti konkret, bukan sekadar pencitraan politik,” pungkas Halim. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja
Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026
Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang
Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda
Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:23 WIB

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB