Puluhan Kades di Kabupaten Malang Diduga Tinggalkan Tugas, “Ngopi Bareng” Saat Jam Kerja di Hari Sidang Kades Jeru

- Editorial Team

Rabu, 17 Desember 2025 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Puluhan Kepala Desa di Kabupaten Malang justru terlihat berkumpul dalam agenda “ngopi bareng” di sebuah warung. @by_News9.id

FOTO: Puluhan Kepala Desa di Kabupaten Malang justru terlihat berkumpul dalam agenda “ngopi bareng” di sebuah warung. @by_News9.id

MALANG, NEWS9 – Ditengah perhatian publik terhadap proses hukum antara Kepala Desa Jeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dengan oknum wartawan.

Puluhan kepala desa di Kabupaten Malang justru terlihat berkumpul dalam agenda “ngopi bareng” di sebuah warung depan Pengadilan Negeri Kepanjen, Selasa (16/12/2025) siang.

Kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Malang, Basori.

Ia menyebut pertemuan itu hanya bersifat santai dan tidak melibatkan banyak kepala desa.

“Kita hanya ngopi, hanya sebagian kepala desa saja yang hadir,” ujar Basori kepada awak media.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait tujuan berkumpulnya para kepala desa di depan Pengadilan Negeri Kepanjen, Basori menegaskan bahwa kegiatan itu hanya sebatas koordinasi dan silaturahmi, serta menepis adanya kaitan dengan agenda sidang Kepala Desa Jeru.

“Koordinasi sama bolo-bolo, ya ketemu dan koordinasi. Hanya sebagian kepala desa, paling nol koma yang hadir,” imbuhnya.

Puluhan Kades di Kabupaten Malang Diduga Tinggalkan Tugas, “Ngopi Bareng” Saat Jam Kerja di Hari Sidang Kades Jeru
FOTO: Basori, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Malang, @by_News9.id

Namun pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan yang disampaikan Hendik Arso H.W., Kepala Desa Pujiharjo, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PKDI (Persaudaraan Kepala Desa Indonesia).

“Memberikan dukungan moril kepada Kades Jeru. Sesama kades, ya itu saja,” ujar Hendik Arso kepada awak media.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pada hari yang sama Pengadilan Negeri Kepanjen memang mengagendakan sidang perkara Kepala Desa Jeru, terkait kasus dugaan penyuapan terhadap oknum wartawan yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Baca Juga:  Meriah dan Penuh Warna, Festival Jaran Serek 2025 Hidupkan Budaya Madura

Kasus tersebut mencuat setelah muncul dugaan pemberian uang senilai puluhan juta rupiah oleh Kepala Desa Jeru kepada oknum wartawan.

Yang menjadi sorotan tajam publik, kegiatan “ngopi bareng” tersebut dilakukan secara terbuka, mengenakan seragam lengkap, dan berlangsung pada jam kerja, yakni sekitar pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Baca Juga:  Upaya Babinsa Bersama Elemen Masyarakat dalam Kerja Bakti Pembersihan Jalan Dusun Darungan

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait kedisiplinan serta komitmen pelayanan publik para kepala desa yang meninggalkan tugas pemerintahan di wilayahnya masing-masing.

Usai mendampingi Kepala Desa Jeru, Basori bersama sejumlah kepala desa lainnya memilih enggan memberikan keterangan lanjutan kepada awak media.

Baca Juga:  GMNI Sampang Gelar Halal Bihalal dan Rayakan HUT ke-71 dalam Nuansa Kebangsaan

Sikap bungkam tersebut justru menambah tanda tanya dan memperkuat persepsi publik mengenai solidaritas yang berpotensi mengaburkan persoalan hukum yang sedang berjalan.

Publik berharap Inspektorat Kabupaten Malang, Sekretaris Daerah (Sekda), serta DPRD Kabupaten Malang, khususnya Komisi I yang membidangi pemerintahan desa, segera turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kinerja kepala desa yang diduga melanggar disiplin dan etika jabatan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten
Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026
IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Berita Terbaru

FOTO: Para peserta mengikuti pengujian sesuai jenjang kompetensi Muda, Madya, dan Utama. @by_News9.id

DAERAH

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:28 WIB

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB