PROBOLINGGO, NEWS9 – Video yang menyoroti pelayanan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, viral di TikTok.
Video yang diunggah akun @Sabri7015 itu hingga kini mendapat 1.987 tanda suka dan telah dibagikan sebanyak 509 kali.
Dalam video tersebut, seorang pria menyampaikan keluhan terkait penanganan pasien yang disebut merupakan keluarganya.
Ia menyebut pasien sempat berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Dokter Yesi yang saya hormati, Dokter Krismon dan dokter bedah saraf tidak genah dan kurang ajar. Pasien keluarga saya ditinggal, sampai kritis,” ujar pria tersebut dalam video.
Unggahan itu memicu beragam komentar dari warganet. Akun @sellakuy mengaku memiliki pengalaman kurang menyenangkan ketika keluarganya mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.
“Gak mau banget kalo keluarga sakit dibawak ke RS Waluyo Jati, perawat sengit2 di sana ya Allah trauma banget, masku sakit dimarah2in,” tulis akun tersebut.
Selasa 15 Sept 2026 Awak Media News9 menkonfirmasi pihak RS Waluyo, Pertama, atas nama manajemen dan seluruh keluarga besar RSUD Waluyo Jati, kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya pasien. Kami memahami kesedihan dan kehilangan yang dirasakan oleh keluarga.
Perlu kami tegaskan bahwa pasien tidak ditelantarkan. Pasien datang ke RSUD Waluyo Jati pada 8 September 2026 sekitar pukul 19.50 WIB dalam kondisi cedera berat disertai penurunan kesadaran.
Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan beberapa trauma, termasuk patah tulang rusuk dan perdarahan di rongga dada.
Pasien telah memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis, antara lain pemeriksaan CT scan, rontgen, USG, laboratorium, transfusi darah, pemasangan WSD untuk menangani perdarahan di rongga dada, tindakan operasi, serta pemasangan implan pada tulang tangan dan kaki.
Penanganan dilakukan secara multidisiplin oleh empat dokter spesialis, yaitu Dokter Spesialis Bedah Umum, Bedah Saraf, Orthopedi dan Traumatologi, serta Anestesiologi.
Mengingat cedera di bagian dada membutuhkan kompetensi Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular, sejak awal tim medis telah berupaya mencari rumah sakit rujukan di Malang, Surabaya, dan Jember. Namun, rumah sakit yang dihubungi belum dapat menerima pasien karena kapasitas pelayanan penuh.
Dengan mempertimbangkan kondisi pasien yang memerlukan pertolongan segera, tim dokter RSUD Waluyo Jati mengambil langkah penyelamatan dan melakukan tindakan medis sesuai indikasi, kompetensi, kemampuan fasilitas, serta kondisi klinis pasien. Setelah menjalani operasi, pasien dipindahkan ke ICU untuk mendapatkan perawatan, pemantauan, dan evaluasi secara intensif.
Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien kemudian memburuk dan akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia.
Pihak rumah sakit mengatakan saat ini Komite Medik tengah melakukan telaah menyeluruh dengan memeriksa kronologi pelayanan dan rekam medis pasien. RS Waluyo Jati juga mengaku telah berkoordinasi dan berkomunikasi langsung dengan Kepala Desa Alas Sumur Lor.
RS Waluyo Jati menyatakan menghormati hak keluarga pasien untuk mendapatkan penjelasan mengenai pelayanan medis. Namun, rumah sakit menegaskan bahwa kerahasiaan medis pasien tetap harus dijaga.
Karena itu, pihak rumah sakit meminta agar informasi mengenai kasus tersebut tidak langsung disimpulkan sebagai penelantaran sebelum seluruh fakta diverifikasi secara berimbang. ***
Penulis : Ari
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









