Dr. Zein: Narkoba di Sumenep Adalah Alarm Keras bagi Negara dan Keluarga

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., dalam dialog interaktif Program Sumenep Menyapa, Pro 1 RRI, @by_News9.id

FOTO: Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., dalam dialog interaktif Program Sumenep Menyapa, Pro 1 RRI, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Ancaman narkoba di Kabupaten Sumenep disebut bukan lagi persoalan kriminal biasa, melainkan peringatan serius bagi masa depan generasi di wilayah kepulauan.

Hal itu disampaikan oleh Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., dalam dialog interaktif Program Sumenep Menyapa, Pro 1 RRI, pada 20 Februari.

Dalam siaran tersebut, Dr. Zein sapaan akrabnya menegaskan bahwa karakter geografis Sumenep sebagai kabupaten kepulauan dengan banyak pulau dan jalur laut menjadikannya rawan dimanfaatkan jaringan narkotika.

Menurut dia, kondisi itu tidak bisa dipandang sebagai isu pinggiran, melainkan ancaman nyata yang membutuhkan respons luar biasa.

“Sumenep memiliki banyak pintu masuk laut. Itu adalah kekuatan sekaligus kerentanan. Jangan sampai laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat justru berubah menjadi jalur masuk kehancuran,” ujar Dr. Zein.

Mengutip kerangka hukum nasional, ia menegaskan bahwa narkotika dikategorikan sebagai extraordinary crime sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kejahatan itu, kata dia, terorganisir dan sering kali melibatkan jaringan lintas wilayah bahkan lintas negara.

Baca Juga:  Kodim 0821/Lumajang Gelar Upacara Pelepasan Prajurit Memasuki Masa Persiapan Pensiun

Data nasional menunjukkan persoalan tersebut jauh dari kata ringan. Berdasarkan laporan Badan Narkotika Nasional (BNN), prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berada di kisaran 1,7 persen dari total populasi atau setara lebih dari 3 juta orang. Setiap tahun aparat penegak hukum mengungkap puluhan ribu kasus narkotika dengan barang bukti dalam jumlah besar.

Angka itu, menurut Dr. Zein, menunjukkan bahwa narkoba bukan sekadar fenomena lokal, tetapi bagian dari jaringan kejahatan sistemik.

Ia mengingatkan bahwa jika penegakan hukum hanya berhenti pada penangkapan kurir atau pengguna kecil tanpa memutus mata rantai jaringan besar, maka negara sesungguhnya sedang menghadapi tantangan serius dalam perang melawan narkotika.

“Jika hukum hanya berani menyentuh lapisan bawah tetapi tidak memutus jaringan besar, maka negara bisa kalah oleh kejahatan terorganisir,” ujarnya kritis.

Meski demikian, sebagai akademisi hukum, Dr. Zein menekankan pentingnya pendekatan yang berimbang.

Baca Juga:  Tambang Pasir Diduga Ilegal Disebut Sedot Solar Subsudi dan Rusak Infrastruktur Jalan

Ia mengingatkan bahwa undang-undang juga membuka ruang rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan.

“Hukum tidak boleh hanya menghukum. Hukum juga harus menyelamatkan. Bandar harus ditindak tegas tanpa kompromi, tetapi korban penyalahgunaan harus direhabilitasi agar bisa kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat,” katanya.

Sebagai tokoh agama, Dr. Zein memandang persoalan narkoba dari sudut yang lebih mendasar.

Dia menyebut penyalahgunaan narkotika sebagai ancaman terhadap akal dan moral, yang dalam perspektif Islam termasuk bagian dari tujuan utama syariat untuk dijaga.

“Narkoba ini bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini adalah penjajahan gaya baru yang dijajah bukan tanah kita, tetapi akal dan masa depan anak-anak kita,” tuturnya.

Ia menilai, kerusakan akibat narkoba sering kali tidak terlihat secara kasat mata pada awalnya, tetapi dampaknya menghancurkan keluarga, merusak produktivitas, dan menimbulkan efek sosial berantai.

Dalam konteks daerah kepulauan seperti Sumenep, ia mengingatkan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, masyarakat pesisir, dan tokoh agama.

Baca Juga:  Pendampingan Babinsa Gesang, Pastikan Pengairan Lahan Jagung Berjalan Lancar

Dr. Zein juga mendorong penguatan pengawasan jalur laut melalui kerja sama lintas institusi serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir agar tidak mudah dimanfaatkan sindikat sebagai kurir.

Ia mengingatkan bahwa persoalan narkoba tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat.

“Kita tidak boleh hanya mengandalkan polisi atau BNN. Keluarga adalah benteng pertama. Orang tua harus hadir, mengenal pergaulan anak, membangun komunikasi yang terbuka. Banyak kasus bermula dari kelengahan di rumah,” ujarnya.

Ia pun mengajak tokoh agama untuk menjadikan isu narkoba sebagai bagian dari dakwah yang kontekstual dan berkelanjutan.

Menurut dia, menjaga generasi dari narkotika adalah bagian dari menjaga amanah moral dan spiritual masyarakat.

“Sumenep mungkin tidak akan hancur karena kemiskinan. Tetapi Sumenep bisa hancur jika generasinya kehilangan akal sehat akibat narkoba. Karena itu, ini bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab kita semua. Dan kita tidak boleh kalah,” pesan Dr. Zein. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak
Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah
PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep
Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting
Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”
PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting
Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang
Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:10 WIB

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:08 WIB

PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:28 WIB

Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:18 WIB

Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”

Berita Terbaru

FOTO: KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

PERISTIWA

KMP Mutiara Santosa 2 Terbakar, 5 Tewas dan 41 Penumpang Hilang

Minggu, 2 Agu 2026 - 20:36 WIB

FOTO: (ilustrasi) Penangkapan maling yang kini menjadi sorotan publik maupun masyarakat Masalembu. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Sebut M Bukan Pelaku, Polsek Masalembu Didesak Buka Fakta

Minggu, 2 Agu 2026 - 16:40 WIB