BeritaDaerah

TNI dan Rakyat Bangun Desa, TMMD ke-127 di Sumenep Resmi Ditutup

37
×

TNI dan Rakyat Bangun Desa, TMMD ke-127 di Sumenep Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini
TNI dan Rakyat Bangun Desa, TMMD ke-127 di Sumenep Resmi Ditutup
FOTO: Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, bersama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup melalui upacara yang dipimpin Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jalan Dr. Cipto No.33, Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, pada Rabu (11/3/2026).

Upacara penutupan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sumenep, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), serta berbagai tamu undangan.

Peserta upacara terdiri dari prajurit TNI, anggota Polri, instansi terkait, hingga komponen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Danny Alkadrie membacakan amanat Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin.

Dalam amanatnya disebutkan bahwa program TMMD merupakan kegiatan terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian, pemerintah daerah, serta komponen bangsa lainnya.

Program tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 1980 dan menjadi bagian dari pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat dalam rangka memperkuat pertahanan wilayah darat sekaligus membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“TMMD merupakan bentuk sinergi nyata antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan,” ujar Danny saat membacakan amanat Pangdam.

Ia menjelaskan, pelaksanaan TMMD menggunakan pola perencanaan bottom up planning, yakni perencanaan yang dimulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah, kemudian disinergikan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui pendekatan top down.

TMMD ke-127 Tahun 2026 dilaksanakan selama 30 hari, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026.

Program tersebut difokuskan pada wilayah pedesaan yang tergolong tertinggal, terisolasi, serta daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan.

“Program TMMD dilaksanakan secara periodik sebagai upaya mendorong pemerataan pembangunan di daerah tertinggal, terpencil, maupun wilayah yang terdampak bencana,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-127 juga melaksanakan sejumlah program unggulan TNI AD di antaranya pengembangan ketahanan pangan seluas satu hektare, program TNI AD Manunggal Air Bersih (TMAB) di lima titik.

Kemudian, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan lima unit MCK, pemberian 100 paket makanan tambahan bagi penderita stunting, serta kegiatan penghijauan dan pembersihan fasilitas umum.

Program tersebut menjadi bukti komitmen TNI bersama pemerintah dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di daerah.

“Keberhasilan TMMD ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan TMMD di masa mendatang,” katanya.

Pangdam V/Brawijaya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat sehingga pelaksanaan TMMD ke-127 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Pangdam turut menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat.

“Pertahankan semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan rakyat, serta terus hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” kata Danny saat membacakan pesan Pangdam.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga serta merawat seluruh hasil pembangunan TMMD agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. ***

Tinggalkan Balasan

>