BeritaPemerintahan

Ratusan Pelamar Berebut 14 Formasi, Rekrutmen BLUD RSUDMA Sumenep Diawasi APH hingga Penyuluh KPK

20
×

Ratusan Pelamar Berebut 14 Formasi, Rekrutmen BLUD RSUDMA Sumenep Diawasi APH hingga Penyuluh KPK

Sebarkan artikel ini
Ratusan Pelamar Berebut 14 Formasi, Rekrutmen BLUD RSUDMA Sumenep Diawasi APH hingga Penyuluh KPK
FOTO: Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, saat meninjau langsung pelaksanaan tes penerimaan pegawai BLUD non-ASN di Uniba. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Proses rekrutmen pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) non-ASN di RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep tahun 2026 dipastikan berlangsung transparan, profesional, dan bebas dari praktik kecurangan.

Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan proses penerimaan pegawai yang objektif, akuntabel, dan dapat dipercaya masyarakat.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menegaskan bahwa pelaksanaan rekrutmen dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan pengawasan yang ketat dari berbagai pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau langsung pelaksanaan tes penerimaan pegawai BLUD non-ASN yang digelar di Universitas Bahaudin Mudhary Madura, Rabu (20/5/2026).

Menurut dr. Erliyati, panitia seleksi telah menjalankan seluruh proses penerimaan secara terbuka dengan melibatkan unsur independen dari berbagai lembaga.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama tanpa adanya praktik titipan, nepotisme, maupun intervensi pihak tertentu.

“Seluruh peserta memiliki peluang yang sama. Kami ingin memastikan proses seleksi berlangsung adil, objektif, dan bebas dari segala bentuk intervensi,” ujarnya.

Dia menegaskan, rekrutmen tahun ini dirancang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Untuk memperkuat pengawasan, panitia melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), penyuluh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga insan pers.

“Pelibatan berbagai unsur eksternal ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menjaga integritas dan transparansi proses seleksi,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran APH, penyuluh KPK, LSM, dan media diharapkan mampu memberikan pengawasan independen sehingga seluruh tahapan rekrutmen berjalan objektif dan terhindar dari potensi penyimpangan.

Dalam pelaksanaan ujian, panitia menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) milik Badan Kepegawaian Negara.

Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus meminimalisasi potensi kecurangan selama proses seleksi berlangsung.

“Seluruh pengerjaan soal dilakukan secara digital dan hasilnya dapat dipantau secara langsung. Ini membuat proses seleksi lebih profesional, modern, dan terukur,” jelasnya.

dr. Erliyati menambahkan, melalui sistem CAT BKN, peserta dapat mengetahui hasil ujian secara real time setelah menyelesaikan seluruh soal yang diberikan.

“Nilai peserta langsung muncul di layar komputer setelah ujian selesai. Dengan mekanisme ini tidak ada ruang untuk manipulasi hasil ataupun permainan nilai oleh pihak mana pun,” katanya.

Ia menjelaskan, sistem penilaian CAT sangat transparan. Setiap jawaban benar akan memperoleh nilai sesuai ketentuan, sedangkan jawaban yang salah tidak mendapatkan tambahan nilai.

Dengan demikian, hasil seleksi sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi masing-masing peserta.

“Penerapan CAT BKN menjadi langkah efektif untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang adil dan dinilai berdasarkan kemampuan mereka sendiri,” imbuhnya.

Panitia berharap seluruh rangkaian rekrutmen dapat berjalan lancar hingga tahap akhir penetapan peserta yang dinyatakan lolos.

Melalui proses seleksi yang transparan dan profesional tersebut, RSUDMA Sumenep menargetkan memperoleh tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang kompeten guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada rekrutmen BLUD non-ASN tahun 2026, RSUDMA Sumenep membuka 14 formasi jabatan yang diperebutkan ratusan pelamar dari berbagai daerah.

Formasi yang tersedia meliputi dokter umum, perawat S1 Ners, perawat D3, apoteker, asisten apoteker, Sarjana Kesehatan Masyarakat, fisioterapis, ahli teknologi laboratorium medis, radiografer, elektromedis, petugas bank darah rumah sakit, fisikawan medis, perekam medis, hingga Sarjana Administrasi Rumah Sakit. ***

Tinggalkan Balasan

2