Ratusan Pelamar Berebut 14 Formasi, Rekrutmen BLUD RSUDMA Sumenep Diawasi APH hingga Penyuluh KPK

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, saat meninjau langsung pelaksanaan tes penerimaan pegawai BLUD non-ASN di Uniba. @by_News9.id

FOTO: Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, saat meninjau langsung pelaksanaan tes penerimaan pegawai BLUD non-ASN di Uniba. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Proses rekrutmen pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) non-ASN di RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep tahun 2026 dipastikan berlangsung transparan, profesional, dan bebas dari praktik kecurangan.

Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan proses penerimaan pegawai yang objektif, akuntabel, dan dapat dipercaya masyarakat.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menegaskan bahwa pelaksanaan rekrutmen dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan pengawasan yang ketat dari berbagai pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau langsung pelaksanaan tes penerimaan pegawai BLUD non-ASN yang digelar di Universitas Bahaudin Mudhary Madura, Rabu (20/5/2026).

Menurut dr. Erliyati, panitia seleksi telah menjalankan seluruh proses penerimaan secara terbuka dengan melibatkan unsur independen dari berbagai lembaga.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama tanpa adanya praktik titipan, nepotisme, maupun intervensi pihak tertentu.

“Seluruh peserta memiliki peluang yang sama. Kami ingin memastikan proses seleksi berlangsung adil, objektif, dan bebas dari segala bentuk intervensi,” ujarnya.

Dia menegaskan, rekrutmen tahun ini dirancang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Baca Juga:  Bupati Achmad Fauzi Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Bencana

Untuk memperkuat pengawasan, panitia melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), penyuluh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga insan pers.

“Pelibatan berbagai unsur eksternal ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menjaga integritas dan transparansi proses seleksi,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran APH, penyuluh KPK, LSM, dan media diharapkan mampu memberikan pengawasan independen sehingga seluruh tahapan rekrutmen berjalan objektif dan terhindar dari potensi penyimpangan.

Dalam pelaksanaan ujian, panitia menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) milik Badan Kepegawaian Negara.

Baca Juga:  Santunan Anak Yatim di Pabian, Tradisi Bermakna Perkuat Solidaritas Sosial

Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus meminimalisasi potensi kecurangan selama proses seleksi berlangsung.

“Seluruh pengerjaan soal dilakukan secara digital dan hasilnya dapat dipantau secara langsung. Ini membuat proses seleksi lebih profesional, modern, dan terukur,” jelasnya.

dr. Erliyati menambahkan, melalui sistem CAT BKN, peserta dapat mengetahui hasil ujian secara real time setelah menyelesaikan seluruh soal yang diberikan.

“Nilai peserta langsung muncul di layar komputer setelah ujian selesai. Dengan mekanisme ini tidak ada ruang untuk manipulasi hasil ataupun permainan nilai oleh pihak mana pun,” katanya.

Ia menjelaskan, sistem penilaian CAT sangat transparan. Setiap jawaban benar akan memperoleh nilai sesuai ketentuan, sedangkan jawaban yang salah tidak mendapatkan tambahan nilai.

Dengan demikian, hasil seleksi sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi masing-masing peserta.

“Penerapan CAT BKN menjadi langkah efektif untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang adil dan dinilai berdasarkan kemampuan mereka sendiri,” imbuhnya.

Panitia berharap seluruh rangkaian rekrutmen dapat berjalan lancar hingga tahap akhir penetapan peserta yang dinyatakan lolos.

Baca Juga:  Plt Disperkimhub Sumenep Lepas Mudik Gratis

Melalui proses seleksi yang transparan dan profesional tersebut, RSUDMA Sumenep menargetkan memperoleh tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang kompeten guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada rekrutmen BLUD non-ASN tahun 2026, RSUDMA Sumenep membuka 14 formasi jabatan yang diperebutkan ratusan pelamar dari berbagai daerah.

Formasi yang tersedia meliputi dokter umum, perawat S1 Ners, perawat D3, apoteker, asisten apoteker, Sarjana Kesehatan Masyarakat, fisioterapis, ahli teknologi laboratorium medis, radiografer, elektromedis, petugas bank darah rumah sakit, fisikawan medis, perekam medis, hingga Sarjana Administrasi Rumah Sakit. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”
PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting
Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang
Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029
Puncak Harkopnas ke-79 Ribuan Masyarakat Pamekasan mengikuti JJS
Polsek dan Wartawan Tambelangan Jalin Sinergi Lewat Piramida
TMI Sumenep Sambut Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN
PWI Sampang Desak Proses Hukum Hotman Paris, Ancaman Pers
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:18 WIB

Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”

Senin, 27 Juli 2026 - 23:28 WIB

PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting

Senin, 27 Juli 2026 - 23:19 WIB

Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang

Senin, 27 Juli 2026 - 11:32 WIB

Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:54 WIB

Puncak Harkopnas ke-79 Ribuan Masyarakat Pamekasan mengikuti JJS

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Terpidana kekerasan anak, Mas’oda, warga Desa Batuputih Daya, saat menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Terpidana Kekerasan Anak Akhirnya Menyerahkan Diri ke Kejari Sumenep

Jumat, 31 Jul 2026 - 17:50 WIB